Ulama sepuh Kediri ajak masyarakat jaga kerukunan pascapemilu

id kpu kabupaten kediri ,ulama sepuh kediri ,polres kediri ,pilpres 2019 lancar,pemilu lancar,pemilu damai

Pengasuh Pondok Pesantren Al Iksan Jampes, Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, KH Busro Karim. Foto istimewa

Kediri (ANTARA) - Ulama sepuh yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Iksan Jampes, Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, KH Busro Karim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kestabilan politik dan keamanan serta kerukunan demi persatuan dan kesatuan umat pasca-Pemilu 2019, terlebih menjelang Ramadhan 1440 Hijriyah.

"Saya mengimbau mari kita semua menjaga Kabupaten Kediri serta negeri ini tetap menjadi aman, tenteram, dan kondusif," katanya di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, selama ini pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan cukup baik. Di Kabupaten Kediri juga berjalan berjalan aman serta lancar. Selain itu, dalam rapat pleno rekapitulasi hasil Pemilu 2019 juga berjalan dengan baik.

KH Busro juga meminta kepada seluruh pihak untuk ikut berperan aktif menjaga ideologi Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI.

Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Kediri, karena telah melaksanakan pemilu yang jujur serta transparan.

"Terima kasih kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, Bawaslu, PPK, PPS, dan KPPS karena pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Kediri mulai dari pencoblosan hingga penghitungan berlangsung jujur, adil, transparan, dan demokratis," kata dia.

KH Busro juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran aparat keamanan Polri, TNI, Linmas, serta semua yang terlibat dalam kegiatan pengamanan Pemilu 2019.

"Kita harus menjaga kebersamaan, kerukunan, dan persatuan yang selama ini telah terjalin dengan baik," ujar dia.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Kediri KH Imam Sanusi mengatakan bahwa pemilu di Kabupaten Kediri berjalan jujur adil dan transparan hingga tahap rekapitulasi serta rapat pleno.

"Apalagi beberapa waktu yang lalu, sudah dilakukan deklarasi damai di Polres Kediri pascapencoblosan yang diikuti oleh Forkopimda, KPU, Bawaslu, dan peserta partai politik yang ada di Kabupaten Kediri," kata KH Imam Sanusi.

KPU Kabupaten Kediri telah memutuskan bahwa suara calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul dalam rekapitulasi yang telah dilakukan oleh KPU dalam Pemilu 2019.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Eka Wisnu Wardana mengungkapkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf adalah 815.833 suara. Sedangkan untuk pasangan nomor urut 02, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah 173.098 suara.

"Dari hasil rekapitulasi suara pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 01 unggul. Kami telah selesai melakukan rekapitulasi," katanya.

Dari hasil rekapitulasi diketahui suara sah sebanyak 988.981 suara dan yang tidak sah 29.048 suara, sehingga totalnya adalah 1.018.029 suara. Jumlah itu hasil rekapitulasi 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri Saidatul Umah juga proses rekapitulasi berjalan lancar. Beberapa masalah juga bisa diselesaikan misalnya data antara milik PPK dengan bawaslu yang ternyata tidak cocok. Setelah dicari, akhirnya bisa diperbaiki lagi.

"Sementara tidak ada kendala berat. Ada beberapa data dari panwas dan PPK yang tidak sama, setelah disinkronkan dahulu sudah selesai," kata dia.

Di Kabupaten Kediri, jumlah DPT yang telah ditetapkan mencapai 1.200.733 pemilih yang tersebar di 5.511 TPS seluruh wilayah kabupaten. Jumlah ini terdiri dari 602.058 pemilih laki-laki dan 598.675 pemilih perempuan.

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar