Suara masuk di Situng KPU NTB baru 43 TPS

id KPU NTB,suara TPS,Situng KPU NTB,Pemilu 2019,situng kpu,pilpres 2019

Ketua KPUD Nusa Tenggara Barat (NTB) Suhardi Soud saat menunjukkan perolehan suara masuk melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di KPUD NTB baru di 43 tempat pemungutan suara (TPS) bertempat di Kantor KPUD NTB di Mataram, Kamis (18/4). (Foto ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat Suhardi Soud mengatakan perolehan suara masuk melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di KPUD NTB baru di 43 tempat pemungutan suara (TPS).

"Situng ini dikerjakan teman-teman KPUD di 10 kabupaten/kota di NTB yang diambil dari seluruh data di setiap TPS," ujar Suhardi di Kantor KPUD NTB, Kamis.

Ia menyebutkan, per Kamis (18/4) pukul 14.11 Wita, baru 43 TPS atau 0,2 persen yang masuk dalam situng KPUD NTB dari total 15.989 TPS yang ada di NTB. Dari data yang masuk, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, masih unggul atas pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin.

"Perolehan suara untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden 01 sebesar 2.791 (suara) dan nomor urut 02 sebesar 4.845, tapi ini masih sangat awal karena baru 43 TPS," ucapnya.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Sumbawa ini, menyatakan proses penghitungan akan terus berjalan mengingat terdapat 3.667.253 orang Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu 2019 di NTB. Di mana waktu terakhir bagi petugas TPS dalam menyelesaikan pemungutan, penghitungan dan penyalinan suara paling lambat pukul 12.00 Wita.

"Mungkin nanti malam kita bisa lihat progres lebih cepat dalam situng hasil dari setiap TPS di seluruh NTB," terangnya.

Menurutnya, masyarakat bisa melihat perolehan suara melalui Situng melalui website//pemilu2019.kpu.go.id//.

"Jadi masyarakat bisa melihat rilis situng "realcount" KPU untuk memastikan berapa jumlah suara di masing-mading TPS," katanya. 

Baca juga: Situng KPU: Jokowi-Ma'ruf unggul sementara 19 persen
Baca juga: KPU Yogyakarta siapkan sistem hitung cepat hasil Pemilu 2019


Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar