Rini Soemarno: BUMN harus bersatu perkuat daya saing

id Rini Soemarno,BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat memberikan sambutan dalam peluncuran produk inovatif Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau yang dikenal dengan KIK-DINFRA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan BUMN harus saling berkoordinasi dan memperkuat daya saing agar mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

"Padahal semua milik negara, pemiliknya satu, yaitu negara, kan lucu, seharusnya bisa bersama-sama memperkuat diri, untuk berkompetisi bukan hanya dalam negeri, tapi internasional," ujar Rini dalam wawancara dengan salah satu media televisi nasional di Jakarta, Senin.

Rini mengakui sebelumnya sesama BUMN masih banyak yang saling berkompetisi dan lebih suka jalan sendiri-sendiri karena belum saling mengenal.

"Persoalan utama BUMN masih jalan sendiri-sendiri, malah di banyak sektor, mereka berkompetisi satu sama lain," ujarnya.
 
Menteri BUMN Rini M. Soemarno (kanan) bersama Dirut PTPN 5 Jatmiko K. Santosa (kiri) dan Gubernur Riau Syamsuar (tengah) menyiram bibit pohon kelapa sawit yang ditanam pada acara BUMN Untuk Sawit Rakyat di Rokan Hulu, Riau, Kamis (11/4/2019). PTPN 5 bekerjasama dengan Himbara, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan pemerintah daerah setempat, memberi bantuan dana dan teknis pengelolaan kebun sawit di lahan seluas 28.000 hektare, yang terdiri dari 16.000 hektar milik petani plasma binaan PTPN 5, untuk penanaman kembali sekaligus menyerap sawit rakyat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Riau. ANTARA FOTO/FB Anggoro/pras
Ia mencontohkan suasana saling berkompetisi itu terlihat di empat bank milik BUMN yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN yang kadang-kadang masih berebut nasabah maupun dana pihak ketiga.

"Dirut-dirutnya tidak ngomong satu sama lain karena saling bersaing, bersaing untuk mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) atau untuk pinjam ke debiturnya," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berupaya untuk terus mengharmoniskan suasana antar BUMN yaitu dengan melakukan rapat di atas kapal PELNI dari Jakarta menuju Semarang.

"Saya ajak naik kapal, naik PELNI Jakarta-Semarang, kita rapat seharian, di situ mulai kenal satu sama lain, mengobrol, saya sengaja di atas kapal supaya tidak ada yang turun," ujar Rini.

Baca juga: Rini Soemarno: BUMN harus kembali ke khittah
Baca juga: Rini sebut keuntungan BUMN naik Rp57 triliun dalam empat tahun

 

Pewarta : Satyagraha
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar