AHY berharap masyarakat terpuaskan dari debat

id Ahy,Jokowi,Prabowo,Pilpres 2019,debat pilpres

Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat hadir di lokasi debat, Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (Afut Syafril)

Jakarta (ANTARA) - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap semoga seluruh masyarakat Indonesia terpuaskan dari debat terakhir capres-cawapres 2019.

"Ya, semoga seluruh masyarakat terpuaskan, khususnya untuk para swing voters," kata Agus ketika tiba di lokasi debat, Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu.

Agus juga mengatakan bahwa semoga para capres dan cawapres mampu menyampaikan rekomendasi yang tepat bagi Indonesia, khususnya pasangan Capres - cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga.

AHY juga sempat menyebutkan bahwa banyak masyarakat yang merindukan program dari kepemimpinan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di mana, program dari SBY menurutnya banyak yang akan dibawa oleh pasangan no urut 02 Prabowo-Sandi. Ia menjelaskan banyak program Prabowo-Sandiaga yang juga sempat didiskusikan dengan SBY.

Debat kelima Pemilu Presiden 2019 merupakan debat pamungkas sekaligus akan menutup seluruh rangkaian debat yang telah dimulai sejak Januari 2019.

Debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta ini menghadirkan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden baik paslon nomor urut 01 maupun 02.

Berbagai tema yang diangkat dalam debat terakhir ini adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Sebagaimana diketahui, Pemilu Presiden 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Baca juga: KH Ma'ruf Amin pelajari semua kemungkinan pertanyaan debat

Baca juga: Sandiaga dianggap lebih bisa sampaikan program ekonomi ke milenial

Baca juga: Jokowi imbau masyarakat jaga ketertiban masa tenang

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar