BPDPKS siap bantupendanaan promosi sawit Indonesia di India

id DMSi, SEA, India,Solaridad, BPDPKS, promosi sawit, berita Sumut terkini, Sumut hari ini

Peserta pertemuan membahas promosi sawit dari Indonesia dan India berfoto bersama. (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)  siap membantu pendanaan promosi sawit berkelanjutan Indonesia di India.

"Promosi sawit berkelanjutan Indonesia di India memang merupakan kesepakatan DMSI (Dewan Minyak Sawit Indonesia ), The Solvent Extractors Association
of India (SEA), dan Solidaridad menindaklanjuti penurunan ekspor sawit," ujar Ketua Umum DMSI, Derom Bangun usai pertemuan kelompok kerja bersama Indonesia-India di Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Pertemuan itu dimulai sejak Senin dan berlangsung hingga Rabu (27/3) menindaklanjuti pertemuan sebelumnya di Jakarta,  19 Desember 2018.

DMSI, SEA dan Solidarida telah menandatangani Nota Kesepahaman pada  16 Juli 2018 yang bertujuan untuk mempererat kerja sama.

Kerja sama antara beberapa lembaga terkait itu untuk mempromosikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di India dan India Palm Oil
Sustainability (IPOS) di Indonesia.

Derom menyebutkan, biaya promosi sawit berkelanjutan di India memang cukup besar sehingga perlu dukungan banyak pihak seperti BPDPKS.Tetapi meski mahal harus dilakukan mengingat India sebagai negara pengimpor terbesar Indonesia.

Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Edi Wibowo menegaskan, pihaknya memang siap mengucurkan dana untuk promosi sawit berkelanjutan di India seperti disepakati dalam Indonesia - India Palm Oil Joint Working Group Meeting "Talking ISPO and IPOS Forward'. Namun, besarannya belum ditetapkan.

"BPDPKS memang sejak awal sudah menetapkan dua persen dari dana BPDPKS untuk keperluan promosi dan advokasi," katanya.

President The Solvent Extractors Association of India (SEA) Atul Chaturvedl menyebutkan pihaknya memang prihatin dengan tren menurunnya permintaan minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.

"Data menunjukkan permintaan sawit menurun dan sebaliknya permintaan minyak nabati lainnya naik sehingga memang harus mendapat perhatian serius Indonesia dan Malaysia juga sebagai produsen CPO utama," katanya.

Asisten Deputi Perkebunan dan Hortikultura Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Wilistra Danny menyatakan pemerintah mendukung pertemuan DMSI dan SEA dan menyepakati beberapa.langkah untuk masa depan sawit Indonesia.

Dengan sudah ada kesepakatan antarpengusaha/asosiasi, katanya, ke depan pemerintah dijamin lebih mudah berkomunikasi dan menjalin kerja sama antara pemerintah Indonesia dan India.***1***


Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar