ASN korban banjir bandang Jayapura diminta segera melapor

id Pemprov Papua minta ASN korban banjir bandang melapor,Pemprov Papua

Kondisi salah satu kantor distrik di Sentani, Kabupaten Jayapura yang terdampak banjir bandang pada Sabtu (17/3/2019) (FOTO ANTARA/HO-ANTARA News Papua / Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya yang menjadi korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura untuk segera melaporkan dirinya.

Asisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua, Elysa Auri, di Jayapura, Senin, mengatakan pejabat eselon II dan III serta ASN yang rumahnya terkena banjir bandang di Kabupaten Jayapura diharapkan segera membuat surat yang ditujukan kepada gubernur agar mendapat pertimbangan terhadap tunjangannya.

"Diketahui bersama bahwa musibah banjir bandang di Kabupaten Jayapura ini telah merusak banyak rumah warga hingga terlihat tidak layak huni bahkan tidak bisa ditinggali lagi," katanya.

Menurut Elysa, Gubernur dan Sekda Provinsi Papua pada pekan lalu telah meninjau enam titik posko banjir bandang dan memberikan sumbangan sebesar Rp5 miliar serta bahan makanan yang dibutuhkan para korban.

"Bahkan Gubernur Papua juga telah mengusulkan para korban banjir di Kabupaten Jayapura untuk direlokasi ke beberapa tempat guna menghindari terjadinya bencana alam di kemudian hari," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Papua telah menerjunkan 520 ASN di lingkungannya untuk membantu evakuasi dan penanganan korban yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan sejak awal banjir bandang, pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkret untuk membantu Pemkab Jayapura dalam menangani bencana alam yang menelan banyak korban.

"Gubernur Lukas Enembe juga telah melayangkan surat kepada kepala daerah di Papua untuk ikut serta membantu," kata Hery. 

Baca juga: 520 ASN Pemprov Papua "diterjunkan" bantu penanganan korban banjir

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar