Asosiasi FKUB Indonesia kutuk aksi terorisme di Selandia Baru

id penembakan selandia baru

Ketua Umum Asosiasi  Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dalam suatu kesempatan (Antaranews Bali/istimewa/lhs/2019)

Denpasar (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyatakan kesedihan yang mendalam, serta mengecam dan mengutuk aksi terorisme yang terjadi di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

"Kami meminta agar pelaku teroris biadab tersebut dihukum dengan hukuman yang paling berat sesuai hukum yang berlaku di Selandia Baru," kata Ida Pangelingsir yang juga Ketua FKUB Provinsi Bali itu, di Denpasar, Sabtu.

Meskipun telah terjadi aksi terorisme tersebut, dia meminta segenap umat manusia di seluruh dunia, khususnya di seluruh Tanah Air agar senantiasa tenang. "Kita hendaknya senantiasa rukun bersatu dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan yang penuh dengan cinta kasih antarsesama manusia," ucapnya.

Pihaknya pun meminta semua umat beragama untuk senantiasa waspada, selalu berhati-hati, serta tidak terpancing oleh isu-isu provokatif yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Baca juga: Berharap kesembuhan korban teror di Selandia Baru
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (16/3/2019) dini hari menampilkan warna bendera Selandia Baru sebagai bentuk solidaritas atas penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Antara/ Aria C).
"Mari kita semua sebagai umat beragama mengamalkan agama kita masing-masing dengan sebaik-baiknya, dan sebagai warga negara Indonesia mengamalkan Pancasila dengan sebaik-baiknya serta menjunjung tinggi nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Ida Pangelingsir juga mengajak semua bertekad bulat bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang sangat wajar, bahkan sesuatu yang sangat indah.

"Oleh karenanya, persatuan dan kesatuan kita, kebersamaan kita dan persaudaraan kita tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh perbedaan agama, perbedaan suku bangsa, perbedaan adat budaya maupun perbedaan pilihan politik," katanya.

Asosiasi FKUB Indonesia pun menyatakan turut mendoakan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya para korban yang meninggal agar diampuni dosa-dosanya, dan mendapat tempat yang sangat layak, ketenangan serta kebahagiaan abadi di surga.

Masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru menjadi sasaran aksi teror pada Jumat (15/3). Pelaku secara brutal menembaki jamaah shalat Jumat di masjid tersebut.

Sebelumnya Komisioner Kepolisian Selandia Baru Mike Bush dalam konferensi pers menyebut korban tewas dalam serangan teroris di dua masjid di Kota Christchurch mencapai 49 orang. Adapun korban luka berjumlah lebih dari 20 orang, termasuk 2 WNI yang salah satunya dalam kondisi kritis.

Bush menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave, kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Jakarta nyalakan solidaritas untuk "Christchurch"

Baca juga: Indonesia kutuk aksi terorisme di Selandia Baru

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar