Sampah popok bayi sebagai media tanaman hias wakili Yogyakarta

id Sampah diapers

Tim Verifikasi Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat Nasional melakukan penilaian inovasi warga Dusun Donoasih, Donokerto, Sleman yang memanfaatkan sampah diapers sebagai media tanam tanaman hias. (Foto Antara/ Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Warga Dusun Donoasih, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, berhasil mengembangkan inovasi memanfaatkan sampah diapers (popok bayi) sebagai media tanaman hias sehingga berhak mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta maju dalam lomba Lingkungan Bersih dan Sehat tingkat nasional.

"Dusun Donoasih memiliki Inovasi Donoasih Diapers Buat Media Tanaman (Si Idaman)," kata Kepala Desa Donokerto Waluyo Jati ketika menerima Tim Verifikasi Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat Nasional di Dusun Donoasih, Donokerto, Jumat.

Menurut dia, inovasi ini berawal dari sampah diapers sering dibuang sembarangan dan sifatnya yang tidak mudah hancur menyebabkan pencemaran lingkungan.

"Diapers yang bersifat menyerap air dapat bermanfaat sebagai sumber air bagi tanaman, dimanfaatkan warga Donoasih sebagai media tanaman hias," katanya.

 
Inovasi warga Dusun Donoasih, Donokerto, Sleman, yang memanfaatkan sampah diapers sebagai media tanam tanaman hias. (Foto Antara/ Humas Sleman)


Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat diikuti lebih dari 20 provinsi dan diambil enam nominasi, salah satunya adalah Dusun Donoasih yang berhasil mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua tim verifikasi Endang Budi Martini mengaku kagum dengan usaha yang dilakukan Dusun Donoasih, karena dua hari menjelang verifikasi (Rabu 13/3/19), dusun ini terdampak angin kencang yang merobohkan dua belas pohon dan menimpa beberapa objek penunjang penilaian termasuk taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Atas peristiwa tersebut Endang bersama timnya merasa prihatin sekaligus bangga. "Kami juga merasa terharu, karena dalam waktu singkat bisa sebersih ini. Akibat dampak angin kencang hampir saja tidak jadi dilakukan verifikasi lapangan, tapi kami dorong ini harus tetap berjalan terus," katanya.

Menurut dia, lomba yang diselenggarakan atas kerja sama Tim Penggerak Pembinan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Pusat dengan Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini bertujuan agar seluruh masyarakat di Indonesia bisa melakukan kebersihan lingkungan.

"Lomba ini akan memperebutkan penghargaan Pakarti Utama 1, 2, 3 dan Pakarti Madya 1, 2, 3 yang akan diserahkan pada peringatan Hari Keluarga Nasional pada Juli 2019," katanya.

Kades Donokerto Waluyo Jati menjelaskan bahwa dampak angin kencang yang merusak persiapan warga Donoasih dalam lomba ini sempat membuat putus asa. Beberapa pohon yang tumbang merusak tanaman yang disiapkan untuk dinilai tim verifikasi.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menampilkan yang terbaik bagi lomba ini dan kami akan menerima apapun hasilnya dari tim verifikasi," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa keberhasilan Dusun Donoasih mewakili Provinsi DIY dalam lomba Lingkungan Bersih dan Sehat tingkat nasional tidak lepas dari partisipasi dan swadaya masyarakat.

"Kami berharap tim verifikasi bisa melihat kondisi lingkungan di Donoasih, meskipun keterbatasan karena adanya bencana alam yang terjadi dua hari lalu menjelang penilaian. Namun, di sini semangat warga masyarakat Donoasih untuk bangkit membersihkan lingkungannya sangat luar biasa. Kita harus apresiasi itu," kata Sri Purnomo.

Ia berharap pola hidup bersih dan sehat tidak hanya menjelang lomba. Tapi juga menjadi bagian dari filosofi hidup agar terhindar dari berbagai macam penyakit. "Penerapan pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat Sleman menjadikan usia harapan hidup di Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu terus meningkat," katanya.*

Baca juga: Anggrek dan tanaman hias lainnya masih jadi buruan

Baca juga: Tanaman hias air, potensi komoditas ekspor baru


 

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar