Pertahankan momentum, nilai perdagangan ASEAN-China naik 14,1 persen

id China ASEAN, ekspor Indonesia, perdagangan China ASEAN

Buah manggis dari Indonesia dijual para pedagang di Pasar Zuojiazhuang, Beijing, China, dengan harga 60 RMB per 500 gram atau sekitar Rp127.000 per setengah kilogram, Minggu (10/3/2019). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Nilai perdagangan antara negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan China sepanjang 2018 mengalami kenaikan hingga 14,1 persen.

Deputi Kepala Bidang Asia Kementerian Perdagangan China (Mofcom) Yang Weiqun menyebutkan nilai perdagangan ASEAN-China selama 2018 telah mencapai angka 587,87 miliar dolar AS.

"Perdagangan ASEAN-China telah mempertahankan momentum peningkatan," ujarnya seperti dikutip media resmi setempat, Kamis.

Demikian pula, nilai investasi ASEAN-China tercatat mencapai 205,71 miliar dolar AS atau mengalami lompatan yakni 22 kali lipat sejak 2004.

Menurut dia, China berharap bisa memperkuat jalinan komunikasi dan kerja sama dengan beberapa negara anggota ASEAN melalui ajang China-ASEAN Expo (CAExpo) ke-16 di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, pada 20-23 September 2019.

"Ekspo ini akan memberikan dampak positif terhadap hubungan bilateral Indonesia-China," kata Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou Gustanto yang membawahi wilayah Guangxi.

Sebagai negara tamu kehormatan dalam ajang tersebut, jelas dia, Indonesia akan menghadirkan para pengusaha dalam pameran tersebut.

CAExpo pertama kali digelar pada 2004 di wilayah yang berbatasan langsung dengan Vietnam dan menjadi salah satu koridor Prakarsa Sabuk Jalan (Belt and Road Inisiatives) menuju kawasan Asia Tenggara itu.

Selain ekonomi perdagangan, ajang tahunan tersebut biasanya juga dirangkai dengan kegiatan seni dan budaya.

Baca juga: Presiden Jokowi ajak Tiongkok berkolaborasi dalam Indo-Pasifik
Baca juga: Ekspor China Februari anjlok, picu kekhawatiran "resesi perdagangan"

 

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar