Angin kencang merusak 400 unit rumah di kota Kupang

id angin kencang,kupang

Pohon-pohon bertumbangan menutupi badan jalan di sejumlah lokasi dalam wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/3), akibat angin kencang melanda wilayah tersebut. (ANTARA Foto/Bernadus Tokan) (ANTARA Foto) (ANTARA Foto)

Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengatakan bencana angin kencang yang melanda daerah itu pada Minggu (10/3) telah mengakibatkan 400 unit rumah penduduk setempat mengalami kerusakan.

"Berdasarkan data BPBD ada 400 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang yang melanda Kota Kupang pada Minggu (10/3)," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Kupang, Ade Manafe kepada wartawan di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, berdasarkan pendataan dilakukan BPBD, Minggu (10/3) hingga pukul 24.00 wita semula hanya 360 unit rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat dihajar angin kencang.

Namun tambah Ade, setelah dilakukan verifikasi ternyata jumlah rumah yang mengalami kerusakan bertambah 40 unit sehingga total rumah yang rusak dalam bencana angin kencang di Kota Kupang mencapai 400 unit rumah.

"Jadi ada penambahan jumlah keluarga yang menjadi korban bencana angin kencang sehingga total yang terdampak mencapai 400 KK," tegas Ade.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pendataan BPBD kerusakan rumah penduduk tersebar diseluruh kelurahan di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini.

Dikatakannya, BPBD belum bisa menentukan tingkat kerusakan karena petugas BPBD masih melakukan identidikasi terhadap tingkat kerusakan rumah penduduk yang rusak akibat terjangan angin kencang.

"Kami belum bisa menentukan berapa banyak rumah penduduk yang rusak ringan, sedang maupun rusak berat karena proses identifikasi masih dilakukan petugas BPBD," kata Ade. 

Baca juga: Kerusakan akibat angin kencang di Kupang didata BPBD

Baca juga: Angin kencang di NTT akibat monsun Australia-Asia

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar