Tiga titik panas di Aceh terpantau BMKG

id Titik,Panas,Aceh,terpantau BMKG

Wisatawan mengunjungi lokasi air panas di Desa Terujak Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Minggu (22/2). Kabupaten Aceh Timur memiliki 71 titik sumber air panas yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam. (ANTARA FOTO/Syifa/Irp)

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyatakan, satelit menemukan tiga titik panas terdeteksi yang merupakan indikasi kebakaran hutan dan lahan berada di wilayah Aceh.

"Ya, sore ini ada tiga titik panas terpantau oleh satelit di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Jumat.

Ia mengatakan, ketiga titik panas tersebut tersebar di tiga daerah, dan masing-masing terdeteksi satu titik pada setiap kabupaten di provinsi paling barat di Indonesia ini.

Ada dua titik panas di antaranya berada pada wilayah Barat-Selatan di Aceh, seperti Aceh Barat di Kecamatan Arongan Lambaek, dan Nagan Raya di Kecamatan Darul Makmur.

Sedangkan satu titik panas terdapat di wilayah Tengah yang merupakan penghasil tanaman kopi baik jenis Arabika maupun Robusta dengan kualitas ekspor, yakni Aceh Tengah terpantau di Kecamatan Bebesan.

"Terdapat dua titik panas dari total tiga titik, satu di antaranya patut diduga titik api akibat memiliki tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan mencapai 77 persen di Arongan Lambaek, Aceh Barat," katanya.

Ia melanjutkan, satu titik panas di antaranya dalam kondisi mengkhawatirkan karena memiliki tingkat kepercayaan 67 persen di Darul Makmur, Nagan Raya. Terakhir di Bebesan, Aceh Tengah belum mengkhawatirkan akibat tingkat kepercayaan masih rendah, yakni 41 persen.

"Kita minta kepada instansi terkait agar dapat melakukan pemantauan, dan melihat tanda-tanda ada asap membumbung tinggi ke udara. Terutama, di dua kecamatan itu," kata Zakaria

Pelaksana tugas Gubenur Aceh, Nova Iriansyah telah mengimbau bagi kepala daerah di provinsi tersebut, supaya melakukan upaya pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan di daerah masing-masing pada 2019.

"Surat Gubernur Aceh terkait Karhutla itu dengan Nomor 360/373 tanggal 11 Januari 2019, ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Aceh," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek.

Baca juga: Lima titik panas di Aceh terdeteksi BMKG

Baca juga: Indikasi terjadi kebakaran, empat titik panas disebut BMKG terdeteksi di Aceh

Pewarta : Muhammad Said
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar