Indonesia genjot ekspor ke Belarus

id ekspor indonesia ,belarusia,london

Perajin mengerjakan pembuatan kerajinan limbah pipa bekas di bengkel Shagara Art Production, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018). Kerajinan yang memanfaatkan limbah pipa bekas menjadi berbagai produk aksesoris, interior dan eksterior ruangan tersebut dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia hingga ekspor mancanegara seperti Belgia dan Ukraina dengan harga mulai Rp2500 hingga Rp10 juta per unit tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.


London, (ANTARA News) - Indonesia membidik Belarus sebagai pasar baru ekspor produk-produk dalam negeri melalui serangkaian kegiatan, yaitu forum bisnis, seminar ekonomi, dan pameran produk hingga pariwisata.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada Antara London, Minggu mengatakan, berbagai kegiatan diadakan KBRI di Federasi Rusia merangkap Repubik Belarus berkedudukan di Moskow.

Didukung Kemenlu, Kemenpar dan Kementerian Luar Negeri Belarus, KADIN Belarus serta Belarusian State University kegiatan yang digelar di Minsk, Belarus, 22-25 November 2018 ini, dalam rangka peringatan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Belarus.

Forum bisnis Indonesia-Belarus yang bertemakan “Expanding Indonesia and Belarus Business and Networks” diikuti pelaku bisnis Indonesia dan Belarus. Dari Indonesia turut serta tujuh perusahaan, yaitu Arta Graha Group, PT Kapal Api Global, PT Multi Strada Arah Sarana, PT Anugerah Bersama, PT Dua Kelinci, PT Rodamas, dan Global MICE Indonesia.

Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan perlu terobosan untuk meningkatkan ekpor Indonesia di pasar non tradisional melalui Belarus.

Walaupun hanya berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, Belarus dapat dijadikan pintu masuk ke Eurasian Economic Union (EAEU) berpenduduk sekitar 183 juta jiwa dan juga Uni Eropa.

Dubes berharap ada tindak lanjut kesempatan bisnis para pelaku usaha kedua negara sehingga turut meningkatkan ekspor produk Indonesia ke Belarus dalam menyeimbangkan nilai perdagangan kedua negara yang saat ini defisit bagi Indonesia.

“Dari total perdagangan 205,3 juta dolar AS defisit kita sekitar 201 juta dolar AS. Oleh karena itu, kita harus aktif masuk pasar Belarus,” ujar Wahid.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai perdagangan Indonesia-Belarus tahun 2017 sebesar 205,3 juta dolar As , naik 23,27 persen dari tahun 2016.

Indonesia defisit karena mengimpor dari Belarus sejumlah produk, seperti bahan pembuat pupuk (potasium) dan kendaraan berat (dump truck). Sedangkan ekspor Indonesia ke Belarus, antara lain produk makanan, perikanan, karet alam dan minyak sawit.

Ketua KADIN Belarus, Vladimir Ulakhovich yang hadir pada forum bisnis tersebut mendukung penyelenggaraan bisnis forum, festival dan pameran ini untuk lebih mengenal potensi satu sama lainnya dan kerja sama jangka panjang, khususnya di bidang industri.

Menurutnya, Indonesia adalah negara kunci dan aktif, serta pasar potensial di kawasan ASEAN.

Belarus merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet bergabung dalam Eurasian Economic Union (EAEU) bersama Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan. Indonesia sedang melakukan pembahasan dengan Eurasian Economic Commission (EEC) mengenai Free Trade Area (FTA) untuk kerja sama Indonesia pada EAEU dan Belarus mendukungnya.

Selain perdagangan, sektor pariwisata Belarus juga potensial bagi Indonesia. Jumlah wisatawan Belarus ke Indonesia meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI, wisatawan Belarus ke Indonesia tahun 2017 sebanyak 4.098 orang, naik 31 persen dari tahun 2016.

Penerbangan langsung Moskow-Bali sejak 28 Oktober lalu telah meningkatkan arus wisatawan Belarus ke Indonesia karena penerbangan tersebut dapat mempermudah warga Belarus ke Indonesia melalui Moskow dan memperpendek waktu tempuh ke Bali.
Baca juga: Kadin fokuskan upaya peningkatan ekspor

Baca juga: RI-Uni Eropa tingkatkan ekspor Industri

 

Pewarta : Royke Sinaga
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar