Diskes Denpasar sosialisasikan bahaya narkoba kepada ASN

id sosialisasi bahaya narkoba,ASN

ilustrasi - Tiga tersangka pengedar narkoba mengangkat tangan sebagai simbol stop penyalahgunaan narkoba saat rilis di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/8/2018). BNNP dan Polda Sulsel mengamankan tiga orang tersangka yang merupakan jaringan yang dikendalikan dari Lapas Maros beserta barang bukti sekitar lima kilogram sabu senilai Rp75 miliar yang berasal dari Kabupaten Sidrap. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Denpasar (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Bali, bekerja sama dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar dan Badan Narkotika Nasional melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) setempat.

Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Denpasar IB Eka Putra di Denpasar, Sabtu, mengatakan peredaran narkoba saat ini sudah menyentuh semua lini. Sehingga permasalahan tersebut merupakan kejahatan luar biasa yang memerlukan penanganan yang sangat serius.

"Karena itu kami bekerja sama dengan kepolisian dan BNN untuk terus melakukan sosialisasi kepada ASN tentang bahaya dari peredaran narkoba tersebut. Bahkan kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya pada Kamis (2/8) kepada ASN Kota Denpasar," katanya.

Ia mengatakan dalam sosialisasi tersebut, salah satu upaya memerangi narkoba melalui pencegahan dengan melibatkan semua pihak. Termasuk melibatkan ASN di lingkuangan Pemerintah Kota Denpasar agar turut memerangi bahaya narkoba itu.

"Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan ASN dapat mengetahui bagaimana dampak dari bahaya narkoba. Dengan adanya sosialisasi kepada ASN, selanjutnya mereka dapat mensosialisasikan di keluarga dan lingkungan masyarakat sekitarnya," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi tersebut, kata Eka Putra, pihaknya akan melakukan tes urine yang menyasar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Sebelumnya, Kasub Umum BNN Kota Denpasar Putu Wiryawan Pritranaya mengatakan Indonesia merupakan daerah yang sangat strategis disamping jumlah penduduk yang besar menyebabkan salah satu potensi besar untuk penyebaran narkoba.

Menurut data yang ada, penyalahgunaan narkoba terjadi pada pelajar sebanyak 27,32 persen, pekerja 50,34 persen dan tidak bekerja 22,34 persen. Dari data tersebut saat ini penyalahgunaan narkoba juga telah merambah anak-anak pelajar.

"Kami berharap semakin banyak peduli terhadap bahaya narkoba pencegahan yang dilakukan lebih efektif," katanya. 

Baca juga: Panglima Kodam IX/Udayana soal bahaya narkoba-terorisme
Baca juga: Wiranto : Narkoba jadi instrumen perang proksi

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar