Petugas buka-tutup jalur Gumitir akibat longsor

id jalur gumitir longsor

Ilustrasi Longsor (ANTARA News/ Ridwan Triatmodjo)

Jember (ANTARA News) - Petugas memberlakukan sistem buka tutup di jalur Gunung Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember-Banyuwangi, Jawa Timur, akibat tanah longsor di kilometer 35 pada Selasa malam.

"Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Gumitir sejak Selasa sore menyebabkan tanah longsor terjadi di Jalan Raya Jember-Banyuwangi pada pukul 18.30 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember, Selasa.

Menurutnya, material longsor itu menyebabkan kemacetan sepanjang 1 kilometer di jalur Gumitir sehingga petugas memberlakukan sistem buka tutup secara bergantian untuk menghindari kemacetan panjang.

"Petugas Pospam Lebaran 2018 di Garahan menerima laporan dari pengendara yang melintas bahwa terjadi kemacetan panjang akibat longsor, kemudian dua personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Pospam Garahan bersama anggota Polsek dan Koramil meluncur ke lokasi," tuturnya.

Ia mengatakan tim petugas melakukan pembersihan material longsor dan pengaturan arus lalu lintas di jalur Gumitir dan material longsor berhasil dibersihkan, sehingga pukul 21.00 WIB jalur yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi-Jember itu mulai bisa dilalui kembali.

"Jalur lalu lintas di Gunung Gumitir yang menghubungkan perbatasan Kabupaten Jember-Banyuwangi tersebut memang rawan longsor dan pohon tumbang selama musim hujan, sehingga pengemudi harus berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut," katanya.

Heru mengimbau masyarakat yang melewati kawasan Gunung Gumitir tetap waspada saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut karena ruas jalan tersebut sangat licin pada musim hujan dan rawan longsor.

"Pengemudi juga harus tetap waspada selama melintasi ruas jalan Gumitir karena jalur itu rawan kecelakaan, jalurnya menanjak, berkelok, banyak tikungan tajam, penerangan kurang dan licin saat turun hujan," ujarnya.

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar