Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa dia sama sekali tidak ada urusan dengan proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-e) menyusul pernyataan mantan ketua DPR Setya Novanto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyebut adanya aliran dana dari proyek itu ke Puan Maharani dan Pramono Anung.

"Tidak ada sama sekali urusan dengan itu," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Meski saat proyek berlangsung menjabat sebagai pemimpin DPR, Pramono Anung mengatakan, proyek KTP-e sepenuhnya merupakan proyek pemerintah.

"Itu sepenuhnya proyek pemerintah, penganggaran di pemerintah, mereka hanya berkonsultasi dengan Komisi II, pimpunan DPR waktu itu termasuk Pak Marzuki Ali, sama sekali tidak pernah membahas hal yang berkaitan dengan KTP-e, silakan dicek di DPR sekarang. Kita sama sekali tak pernah membahas," katanya.

"Kalau saya tidak ada urusan mengapa mesti dikasih, emangnya saya jagoan yang perlu dikasih," katanya.

Pramono mengaku tahu bahwa dia dikaitkan dengan proyek KTP-e setelah membaca berita dari media. "Jadi Pak Nov selalu bilang katanya, katanya. Kalau ditanya hakim, katanya. Tapi hal yang mengenai dirinya dia bilang tidak ingat," katanya.

Ia mengatakan sebagai orang yang sudah cukup panjang berkarir di politik dia siap dikonfrontir dengan siapa saja.

"Sebagai pribadi saya siap dikonfrontir dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja. Monggo-monggo saja, termasuk di persidangan, karena ini sudah menyangkut integritas," katanya.

Baca juga: Setnov mengaku sempat konfirmasi penerimaan uang ke Pramono
 

 

 

Pewarta: Agus Salim
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2018