Kemarin, 16 kg sabu dari Afrika hingga 44 kg ganja gagal edar

id kriminalitas kemarin, Peredaran ganja, Penyelundupan Sabu, Obat COVID-19, Sabu Afrika, Sabu Nigeria,Polda Metro Jaya

Kemarin, 16 kg sabu dari Afrika hingga 44 kg ganja gagal edar

Ilustrasi tumpukan sabu sebagaimana ditunjukkan polisi kepada jurnalis. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita kriminalitas DKI Jakarta pada Rabu (4/8) mulai dari Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 16 kilogram sabu dari Afrika, peredaran ganja sekitar 44 kilogram, hingga penimbunan obat terapi Covid-19, telah dirangkum untuk dibaca kembali sebagai referensi pada Kamis (5/8), di antaranya:

1. Polda Metro gagalkan penyelundupan 16 kg sabu dari Afrika
Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 16 kilogram (kg) sabu-sabu asal Afrika yang dikirim melalui paket dan disamarkan berbentuk patung.

"Paket ini disamarkan dalam bentuk patung-patung, dari mana? Lintas negara dari Mozambik di Afrika," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Jakarta, Rabu.

Baca selengkapnya

2. Polisi gagalkan kiriman paket berisi satu kilogram sabu dari Nigeria
Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan satu kilogram sabu-sabu yang dikirimkan menggunakan paket dari Nigeria serta menangkap satu orang yang menerima paket tersebut.

"Modus operandinya ini pengiriman melalui paket, ini berawal dari adanya info yang diterima bahwa akan ada masuk paket barang sabu dari Nigeria," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Jakarta, Rabu.

Baca selengkapnya

3. Polda Metro Jaya gagalkan peredaran 43,9 kilogram ganja
Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 43,9 kilogram serta menangkap tiga pengedar barang haram tersebut.

"Ini pengungkapan narkoba jenis ganja sebanyak 43,9 kilogram di dua tempat kejadian perkara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Jakarta, Rabu.

Baca selengkapnya

4. Polda Metro ringkus 24 orang penimbun obat terapi COVID-19
Penyidik Polda Metro Jaya menangkap 24 orang lantaran diduga terlibat tindak pidana penimbunan obat terapi Covid-19 untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang sangat tinggi.

"Ada 24 orang yang kita amankan termasuk satu perawat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Jakarta, Rabu.

Baca selengkapnya

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar