Jakarta (ANTARA News) - Dua buoy tsunami terdekat dengan Pulau Pagai Selatan yang merupakan milik Jerman belum terhubung dengan sistem peringatan dini tsunami Indonesia sehingga saat terjadi gempa pada Senin malam (25/10) tidak ada peringatan tentang tsunami dari dua buoy itu.

"Buoy (instrumen utama pendeteksi tsunami -red) yang terdekat adalah buoy Sumatera 3 yang jaraknya sekitar 140km dari sumber gempa dan Sumatera 4 yang jaraknya 165km, tetapi keduanya milik Jerman dan belum terkoneksi dengan sistem kita," kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Yudi Anantasena di Jakarta, Rabu.

BMKG mencacat gempa dengan kekuatan 7,2 SR terjadi pada Senin malam pukul 21.42:20 WIB di 3,61 Lintang Selatan dan 99.93 Bujur Timur atau berada pada 78 Km Barat Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 Km tidak menimbulkan tsunami.

Namun kenyataan gempa tersebut memicu tsunami setinggi 2-4 meter di kecamatan Pagai Selatan dan menewaskan sedikitnya 112 jiwa serta 502 lainnya hilang serta 645 KK mengungsi.

Yudi mengatakan, buoy-buoy tsunami yang dipasang Jerman, yakni empat buoy di lepas pantai barat Sumatera, empat buoy di selatan Jawa, dan dua lagi sedang dirawat di Tanjung Priok, baru akan diserahkan ke Indonesia akhir 2010.

Sedangkan buoy yang dipasang BPPT yang terdekat dengan sumber gempa justru berada di utara kepulauan Mentawai, lebih dekat ke Pulau Siberut, jauh di utara Pulai Pagai Selatan.

Menurut dia, idealnya buoy tsunami dipasang sangat rapat di sepanjang pusat gempa, yakni di setiap jarak 200 km di sepanjang pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, utara Sulawesi, hingga utara Papua.

Kenyataannya buoy yang ada saat ini jarak antara satu buoy dengan buoy lainnya sangat jauh, khusus di sekitar Kepulauan Mentawai, antara buoy Sumatera 3 dan buoy Sumatera 4 berjarak 300km.

"Teknologi apapun tetap sulit untuk memprediksi munculnya tsunami pascagempa. Tsunami merambat sangat cepat, hanya lima menit dari pusat gempa ke pesisir Pagai Selatan dan 20 menit ke pesisir Sumbar," katanya.

Dalam orde menit, lanjut dia, terlalu singkat bagi masyarakat untuk mengetahui apa yang dikatakan BMKG, apakah potensial muncul tsunami atau tidak. "Yang paling aman adalah begitu terasa gempa larilah menyelamatkan diri menjauhi pantai."

Yudi juga mengakui, hanya satu dari empat buoy, bagian dari sistem peringatan dini tsunami yang dipasang BPPT yang berfungsi secara aktif, karena yang lain belum mengirim data dan sinyal secara baik.
(ANT/A024) 

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010