BOR Isolasi rumah sakit COVID-19 di Kudus turun jadi 32 persen

id BOR Isolasi rumah sakit COVID-19, di Kudus, turun jadi 32 persen

BOR Isolasi rumah sakit COVID-19 di Kudus turun jadi 32 persen

Suasana ruang isolasi pasien COVID-19 di salah satu rumah Sakit di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap rumah rakit rujukan pasien COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami penurunan menjadi menjadi 32 persen dari total 499 tempat tidur yang tersedia.

"Sebelumnya BOR di masing-masing rumah sakit cukup tinggi, karena sampai ada penambahan tempat tidur di masing-masing rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19 menjadi 1.233 tempat tidur. Sedangkan hari ini (15/7) dengan BOR 35 persen, jumlah tempat tidurnya hanya 499 tempat tidur," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo di Kudus, Kamis.

Dengan demikian, kata dia, dari total kapasitas 499 tempat tidur, yang terpakai hanya 158 tempat tidur. Sedangkan keterisian tempat tidur ruang ICU (Intensive Care Unit) masih sama dari hari sebelumnya yang semula 68 persen, hari ini (15/7) masih tetap sebesar 68 persen.

Adapun tempat tidur yang tersedia di ruang ICU di tujuh rumah sakit sebanyak 66 tempat tidur, sedangkan yang terpakai 45 tempat tidur. Ketujuh rumah sakit tersebut, yakni RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Islam Sunan Kudus, RS Kumala Siwi, RS Aisyiyah, RS Nurus Syifa dan RS Kartika.

Di Kabupaten Kudus sendiri kasus COVID-19 tertinggi terjadi pada tanggal 12 Juni 2021 dengan total kasus aktif corona sebanyak 2.342 kasus, sedangkan kasus hariannya mencapai 500 kasus. Sedangkan BOR isolasi COVID-19 di semua rumah sakit hampir 100 persen.

Baca juga: Kabupaten Kudus-Jateng kehabisan stok vaksin COVID-19
Baca juga: Paguyuban PKL di Kudus berinisiatif bentuk satgas COVID-19


Dari tujuh rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19, BOR tertiggi di RS Mardi Rahayu Kudus dari 93 tempat tidur terisi 51 tempat tidur atau 55 persen, sedangkan RSUD Loekmono Hadi dengan 200 tempat tidur hanya terpakai 62 tempat tidur atau 31 persen. Rumah sakit lainnya, seperti RS Islam Sunan Kudus, RS Kumala Siwi Mijen, RS Aisyiyah, dan Nurussyifa BOR-nya antara 22-26 persen. Sedangkan RS Kartika Husada tidak ada pasien COVID-19.

Sementara ruang ICU COVID-19 BOR tertinggi di RS Mardi Rahayu dari 34 tempat tidur terisi 30 atau 88 persen, sedangkan RS Islam Sunan Kudus dari empat tempat tidur terpakai tiga atau 75 persen, dan RSUD Kudus dari 16 tempat tidur terpakai 10 atau 63 persen. Sedangkan RS Kumala Siwi dari tiga tempat terisi dua tempat dan rumah sakit lainnya nihil.

Kasus COVID-19 hari ini (15/7) tercatat 529 kasus dengan kasus baru 38 kasus, dirawat 118 kasus dan isolasi mandiri 411 kasus. Sedangkan angka kesembuhan mengalami peningkatan dari 88,50 persen menjadi 88,67 persen, sedangkan angka kematian turun dari 8,08 persen menjadi 8,07.

Baca juga: Penerima BLT dana desa di Kudus terima vaksinasi COVID-19
Baca juga: Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Kudus meningkat

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar