Kemenkes validasi data sasaran vaksinasi usia 12-17 tahun

id Vaksinasi anak, validasi data, vaksinasi COVID-19, 1 juta dosis

Kemenkes validasi data sasaran vaksinasi usia 12-17 tahun

Sejumlah narasumber berpose dalam kegiatan Webinar "Strategi Mewujudkan 2 Juta Dosis Vaksinasi COVID-19" yang diselenggarakan Forum Aliniea secara virtual dan dipantau di Jakarta, Kamis (1/7/2021). ANTARA/Andi Firdaus

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan memvalidasi jumlah sasaran vaksinasi COVID-19 pada kelompok usia 12 hingga 17 tahun ke sejumlah instansi terkait untuk menentukan kebutuhan vaksin.

"Kita validasi, total populasi yang kurang dari usia 18 tahun ada sekitar 87 juta, untuk usia 12 hingga 17 tahun berkisar 23 hingga 30 jutaan. Kita masih mencocokkan data itu," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi  saat menjadi pembicara di Webinar "Strategi Mewujudkan 2 Juta Dosis Vaksinasi COVID-19" yang diselenggarakan Forum Aliniea secara virtual dan dipantau di Jakarta, Kamis.

Siti menjelaskan, validasi angka sasaran tersebut dilakukan Kemenkes melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Badan Kependudukan Catatan Sipil untuk memperoleh data akurat.

Validasi tersebut dibutuhkan sebab ada kemungkinan sejumlah target sasaran dari kelompok usia pelajar itu mengalami putus sekolah. "Mungkin dari usia tersebut ada yang tidak masuk bangku sekolah," katanya.

Baca juga: Penerima vaksinasi COVID-19 lengkap capai 13,47 juta orang
Baca juga: Kasus aktif COVID-19 bertambah jadi 239.368 orang


Siti Nadia mengatakan upaya validasi juga dilakukan berdasarkan ketentuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta yang tercantum pada Kartu Keluarga (KK).

"Vaksinasi anak diwajibkan membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak," katanya.

Siti Nadia menambahkan ketersediaan vaksin di Indonesia saat ini terbilang mencukupi untuk mengejar target 181,5 juta.

"Sebanyak 426 juta dosis itu vaksinnya sudah secure, sebab sudah ada komitmen dengan semua produsennya. Siang ini ada vaksin yang didatangkan juga dari Jepang sebagai bantuan bilateral sama seperti dari Uni Emirat Arab (UEA) juga," katanya.

Di sisi lain, kata Siti Nadia, pemerintah juga melakukan negosiasi penambahan kuota vaksin yang dibutuhkan dari sejumlah produsen vaksin lainnya di dunia.

Baca juga: Kemenkes sediakan sentra hingga petugas keliling vaksinasi COVID-19
Baca juga: Pakar: Ketersediaan logistik tantangan percepatan vaksinasi


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar