Tradisi "Padusan" di Parangtritis jelang puasa aman

id tradisi padusan, pantai parangtritis

Tradisi "Padusan" di Parangtritis jelang puasa aman

Relawan SAR Pantai Parangtritis Bantul melakukan pengamanan dan pengawasan pengunjung saat 'padusan' jelang puasa 2021 (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan perayaan "padusan", salah satu tradisi masyarakat Jawa dengan mandi di pantai menjelang bulan puasa, Senin berlangsung aman dan terkendali.

"Alhamdulillah, tidak ada kejadian yang menonjol, tidak ada (kecelakaan laut), padusan aman terkendali," kata Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto, di sela pengamanan (pam) padusan di Pantai Parangtritis, Bantul, Senin petang.

Selain karena masyarakat yang berkunjung ke kawasan wisata pantai mematuhi arahan petugas agar tidak mandi hingga terlalu ke tengah pantai, kata dia, situasi yang aman terkendali ini karena personel SAR disiagakan penuh untuk patroli dan memberikan imbauan.

"Dan selama dua hari (Minggu (11/4) dan Senin (12/4) personel kami diterjunkan ke pantai semua, kami kerahkan sebanyak 69 orang dari anggota kami, Polisi Perairan (Polair), dan relawan lainnya. Patroli dari Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok," katanya.

Menurut dia, kondisi gelombang di pantai selatan, dalam beberapa hari terakhir berkisar antara tiga sampai empat meter dan ada beberapa palung atau arus bawah laut yang berpotensi membahayakan wisatawan, namun oleh petugas sudah dipasang tanda bahaya mandi di daerah palung.

"Kondisi ombak pasang surut, sempat muncul palung di sisi timur, dan sebelah barat Pantai Karangbolong karena pengaruh angin dan gelombang besar, sudah sekitar empat hari palung itu muncul, sehingga rambu-rambu serta personel lebih banyak," katanya.

Terkait dengan tingkat kunjungan ke Pantai Parangtritis dalam dua hari terakhir, dia mengatakan, pada Senin (12/4) lebih sedikit dibanding tingkat kunjungan pada Minggu (11/4). Hal itu karena dipengaruhi pengunjung dari luar daerah.

"Hari ini pengunjung berkurang dari kemarin (Minggu), kemarin banyak dari luar kota, hari ini mayoritas dari area Yogyakarta. Jadi kami pantau di lapangan, kemarin full (padat wisatawan), sekarang longgar, jadi relatif ada penurunan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis Rahmad Ridwanto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kunjungan ke objek wisata melalui retribusi gerbang wisata Parangtritis pada Senin menurun dibanding pada Minggu (11/4).

"Hari ini sebanyak 5.600 pengunjung, Minggu kemarin ada 19.000 pengunjung," kata Rahmad.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar