Pedagang temukan potongan kaki manusia jatuh menimpa lapak

id Penemuan mayat, penemuan potongan tubuh, kasus mutilasi

Pedagang temukan potongan kaki manusia jatuh menimpa lapak

Warga melintas di dekat penemuan potongan bagian kaki manusia yang jatuh menimpa lapak pedagang di Jalan Pedurenan Masjid III, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021). ANTARA/Dewa Wiguna/am.

Jakarta (ANTARA) - Para pedagang di Jalan Pedurenan Masjid III, Setiabudi, Jakarta Selatan, dikagetkan dengan penemuan potongan kaki manusia yang jatuh menimpa salah satu lapak pedagang.

Pemilik lapak nasi goreng, Rajut, di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, menjelaskan saat itu istrinya sedang menjaga lapak, namun tidak sedang melayani pembeli.

Baca juga: Polrestro Jakarta Barat ungkap 142 kasus sepanjang 2020

"Tiba-tiba ada benda jatuh di atas terpal. Kemudian bambu yang menyangga terpal, menimpa kepala istri saya," katanya.

Saat ini, lanjut dia, istrinya yang bernama Titin Siti Fatimah sedang beristirahat di rumahnya yang tak jauh dari tempat kejadian .

Istrinya, kata dia, mengalami benjol di bagian kepala karena tertimpa bambu.

Baca juga: Anggota TNI dan personel Polri tangkap pembobol ATM di Komplek Kostrad

Sementara itu, pedagang lainnya yakni Rizal Firdaus yang berjarak beberapa lapak dari lokasi kejadian menuturkan saat kejadian ada suara benturan yang tidak diketahui asalnya.

"Setelah itu ada benda jatuh di terpal pedagang nasi goreng. Setelah dicek, ternyata potongan kaki," kata Rizal Firdaus yang berjualan nasi uduk.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi ketika kawasan lapak pedagang kaki lima (PKL) itu ramai karena jam makan siang.

Baca juga: WNA Korsel ditemukan tewas di apartemen di Kebayoran Baru

Dia menuturkan potongan kaki manusia itu merupakan bagian dari paha hingga telapak kaki sebelah kiri.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Metro Setiabudi dan Polres Jakarta Selatan sedang melakukan penyelidikan.

Lokasi kejadian kini sedang dipasang garis polisi.

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar