BPBD: 95 persen Karhutla di Aceh Barat sudah padam

id Berita Aceh Barat,Berita Aceh Terkini,Berita Aceh Terbaru,Karhutla,Aceh Barat,Aceh

BPBD: 95 persen Karhutla di Aceh Barat sudah padam

Dokumen - Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan gambut di kawasan perbatasan Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya, Selasa (2/3/2021) ANTARA/Syifa Yulinnas

Meulaboh, Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh memastikan musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 5,5 hektare di Kecamatan Meureubo dan Arongan Lambalek sudah padam mencapai 95 persen.

“Dari total luas lahan yang terbakar mencapai 5,5 hektare, sekitar 95 persen sudah berhasil dipadamkan,” kata Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat Asrajuddin dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Meulaboh, Ahad malam.

Baca juga: Polisi imbau warga Bangka Barat tidak buka lahan dengan cara membakar

Ada pun dua lokasi yang selama ini terbakar tersebut masing-masing berlokasi di Desa Peunaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo, dan Desa Gunong Pulo Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat.

Menurutnya, padamkan kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat setelah tim gabungan terdiri dari petugas BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, Tim KPH Wilayah IV Aceh, tim damkar PT Mifa Bersaudara, TNI AL, dan masyarakat bersama-sama membantu memadamkan api.

Baca juga: KLHK terapkan Teknik Modifikasi Cuaca atasi karhutla Riau dan Kalbar

Upaya pemadaman tersebut, kata Asrajuddin, dilakukan menggunakan armada pemadam kebakaran, serta turut mengerahkan sejumlah mesin pompa air guna memadamkan api di kedua lokasi tersebut.

Meski sudah berhasil melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran, petugas masih tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: 100 perusahaan perkebunan Riau teken komitmen cegah Karhutla

Hal ini guna memastikan agar lokasi yang sebelumnya terbakar, benar-benar sudah padam dan tidak ada lagi titik api di kedua lokasi tersebut, tuturnya.

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar