Polisi duga penemuan mayat wanita di Tanjungpinang korban pembunuhan

id Mayat korban pembunuhan

Polisi duga penemuan mayat wanita di Tanjungpinang korban pembunuhan

Polisi dan tim medis menggotong kantong berisi mayat yang diduga korban pembunuhan di Tanjungpinang, Kepri, Selasa (12/1/2021). ANTARA/Ogen/am.

Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Tanjungpinang, Kepri, menduga mayat seorang wanita Reni (30) yang ditemukan tewas di indekos, Jalan W.R. Supratman, Tanjungpinang Timur merupakan korban pembunuhan.

"Dugaan kami, korban dibunuh. Akan tetapi, motifnya apa? Masih didalami," kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Panindra di Tanjungpinang, Selasa.

Rio menyebut saat ini pihaknya sudah mendapat petunjuk yang mengarah kepada terduga pelaku pembunuhan Reni.

Hal itu, kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta barang bukti berupa sebilah pisau yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Mayat dalam koper diduga kuat korban pembunuhan

Korban, kata Rio, diduga tewas dicekik atau muka ditutup bantal karena ada bekas memar pada bagian leher.

Sementara itu, keberadaan pisau itu diduga untuk melawan terduga pelaku sebab tak ada bekas luka benda tajam di tubuh korban.

"Memang ada ditemukan bercak darah di kamar dan selimut yang menutupi korban. Mungkin itu darah tubuh terduga pelaku akibat luka terkena pisau tersebut," ungkap Rio.

Rio memperkirakan korban tewas pada Minggu (10/1) malam karena menurut pengakuan tetangga sekitar pada Ahad pagi korban masih terlihat sarapan tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Setelah itu, tetangga tidak melihat korban lagi," tutur Rio.

Baca juga: Polisi tepis penemuan jasad di Bambu Apus korban pembunuhan

Korban merupakan warga Gunung Kijang, Kabupaten Bintan yang menyewa indekos sekaligus bekerja di salah satu perusahaan swasta di Tanjunginang. Korban berstatus janda dan memiliki empat orang anak.

Reni ditemukan warga sekitar tewas terbaring dan ditutupi selimut di dalam kamar indekosnya sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (12/1).

Pewarta : Ogen
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar