KLHK bantu lima unit kendaraan penyemprot disinfektan untuk NTT

id Kementerian, NTT, Kota Kupang

Sejumlah kendaraan penyemprot disinfektan yang bisa digunakan untuk mengangkut sampah di halaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan bantuan lima unit kendaraan penyemprot disinfektan untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Hadirnya kendaraan disinfektan roda tiga di NTT ini merupakan bentuk konkrit perjuangan dan kerja sama saya sebagai anggota DPR RI Komisi IV dan Ditjen PSLB3 KLHK," kata anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema kepada ANTARA saat dikonfirmasi dari Kupang, Rabu.

Pria yang biasa disapa Ansy Lema itu mengatakan lima unit kendaraan disinfektan itu sudah tiba di Kupang, NTT pada Senin (10/8) beberapa hari yang lalu dan langsung diterima oleh Kepala Bidang Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Rudi Lismono.

Bantuan yang tiba tersebut tidak hanya kendaraan disinfektan saja, tetapi juga disertai tangki pengisi disinfektan. Lima unit kendaraan roda tiga itu juga tidak hanya digunakan untuk penyemprotan disinfektan saja, tetapi bisa digunakan untuk mengangkut sampah.

Ansy mengatakan bahwa sejumlah bantuan itu bisa tiba di Kupang berawal pada empat Juni 2020, dirinya bersama KLHK menggelar sosialisasi penanganan dan pengolahan limbah B3 infeksius COVID-19.

Sosialisasi yang diadakan secara virtual tersebut melibatkan sejumlah pihak, yaitu Dinas LHK Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Rumah Sakit rujukan COVID-19 RSUD Prof Dr. W Z Yohannes Kupang, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Kupang.

"Pada waktu itu, KLHK mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 02 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius COVID-19 sebagai bentuk respon KLHK agar tidak terjadi penularan penyakit akibat tidak ditanganinya secara baik limbah infeksius COVID-19.

Sebagai solusi nyata mencegah munculnya pandemi baru yang berasal dari limbah COVID-19, Ansy kemudian mendesak agar KLHK memberikan sejumlah bantuan konkrit guna mengatasi limbah COVID-19.

"KLHK lalu menyanggupi adanya empat jenis bantuan sarana dan prasarana untuk NTT," ujar dia.

Empat jenis bantuan sarana dan prasarana untuk NTT itu yang pertama adalah drop box limbah B3 fasyankes sebanyak 35 unit, kemudian plastik pengumpul limbah B3 fasyankes sebanyak 7.000 lembar.

Bantuan ketiga adalag alat Pelindung Diri (APD) khusus bagi petugas pengelola limbah B3 fasyankes sebanyak 200 paket. Dan keempat adalah kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan dan tanki sebanyak lima unit.

"Nah dari semua bantuan itu yang tiba baru lima unit kendaraan penyemprot disinfektan, sementara yang lainnya belum, tetapi akan segera dikirim dalam waktu dekat," ujar dia.

Mantan reporter TVRI itu juga berharap agar bantuan lima kendaraan penyemprot disinfektan itu dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk menjaga dan menekan penularan penyakit COVID-19 di NTT.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya, Dirjen PSLB3 Ibu Rosa Vivien Ratnawati yang telah memberikan bantuan dan perhatian untuk masyarakat NTT," tambah dia.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar