Sepekan, Haji 2020 dibatalkan hingga pelacakan COVID-19 lebih agresif

id Pembatalan Haji 2020,Pelacakan COVID-19,COVID-19,Haji 2020,Bansos COVID-19,Program Keluarga Harapan,Sebaran COVID-19,Pandemi COVID-19,Gempa Maluku Uta

Dokumentasi - Salah seorang petugas tengah memeriksa jumlah Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 15 asal Kota Malang, Jawa Timur, sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (11/7/2019). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita bidang humaniora menjadi perhatian banyak pembaca selama sepekan ini, mulai dari keputusan pemerintah tidak memberangkatkan haji 2020 hingga Presiden minta pelacakan COVID-19 lebih agresif.

1. Pemerintah putuskan tidak berangkatkan haji 2020

Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan setelah mempertimbangkan sejumlah hal Pemerintah Indonesia memutuskan tidak melaksanakan ibadah haji dengan tidak memberangkatkan calon haji pada 2020.

Keputusan tersebut juga telah mendapat dukungan sejumlah organisasi Islam di Tanah Air, misalnya Muhammadiyah yang berpendapat bahwa keamanan adalah salah satu syarat utama pelaksanaan ibadah haji.

2. Mensos: Bansos PKH tersalur 100 persen hingga akhir Mei 2020

Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara mengatakan penyaluran dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang di masa pandemi COVID-19 ini diserahkan per bulan sejak April, telah tersalurkan 100 persen hingga akhir Mei 2020.

"Penyaluran berjalan dengan baik, dimana kami menerapkan protokol kesehatan. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencairkan bantuan sosial (bansos) dengan tetap menjaga jarak untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Juliari dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa.

3. Indonesia peringkat 34 dunia sebaran kasus COVID-19

Data statistik Johns Hopkins University Medicine mencatat Indonesia menempati urutan ke-34 kasus sebaran COVID-19 secara global dari 188 negara yang sudah terpapar virus tersebut.

Berdasarkan laman resmi Johns Hopkins University Medicine, Jumat (5/6), pukul 04.33 waktu setempat tercatat konfirmasi COVID-19 di Indonesia sebanyak 28.818 kasus atau 0,43 persen total kasus secara global yang mencapai 6.589.090 kasus.

4. Presiden minta pelacakan COVID-19 lebih agresif

Presiden Joko Widodo meminta pelacakan kasus penularan dan penyebaran COVID-19 dilakukan lebih agresif dengan memanfaatkan bantuan teknologi telekomunikasi.

"Saya minta pelacakan secara agresif. Dilakukan lebih agresif lagi dengan bantuan teknologi telekomunikasi, dan bukan cara-cara konvensional lagi," kata Presiden dalam Rapat Kabinet Terbatas Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19, melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

5. Gempa Magnitudo 7,1 guncang Maluku Utara, tidak berpotensi tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,1 di Maluku Utara pada Kamis, pukul 15.49 WIB tetapi tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa terletak di 2.83 Lintang Utara, 128.11 Bujur Timur atau berada di 89 kilometer barat laut Daruba Maluku Utara pada kedalaman 112 kilometer. 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar