Pergantian tenaga medis Polri di RSD Wisma Atlet setiap dua pekan

id Musyafak,Covid 19,Wisma atlet

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Musyafak. (ANTARA/ HO-Pusdokkes Polri)

Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri melakukan pergantian para tenaga medis asal Polri yang diperbantukan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, setiap dua pekan sekali.

"Pekan ini memasuki dua pekan operasional. Rencana pelaksanaan di sana (di RSD Wisma Atlet), dua pekan bertugas, dua pekan isolasi," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Musyafak saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, saat ini ada 51 petugas medis asal Polri yang ditempatkan di RSD Wisma Atlet.

Baca juga: 50 tenaga medis Polri diterjunkan ke RS Darurat Wisma Atlet

Setelah dua pekan bertugas, para petugas medis ini akan menjalani masa isolasi di sebuah tower khusus petugas di Kompleks Wisma Atlet.

"Saat petugas gelombang pertama isolasi, kami kirim lagi petugas untuk membantu di sana," katanya.

Para petugas medis Polri yang diperbantukan di RSD Wisma Atlet ini setengahnya dari Mabes Polri dan setengah dari tim Dokkes Polda-polda yang ditugaskan secara bergilir.

Musyafak menambahkan, sebanyak 52 Rumah Sakit Bhayangkara di seluruh Indonesia dapat digunakan untuk menangani pasien COVID-19.

Dari 52 RS tersebut, ada sekitar 2.000 tempat tidur yang dipersiapkan untuk menangani pasien COVID-19.

"Ada 2.000 tempat tidur untuk penanganan kasus COVID-19. Itu sekitar 20 persen hingga 30 persen dari total tempat tidur seluruh RS Bhayangkara," kata Musyafak.

Musyafak mencontohkan di RS Polri Said Sukanto, Jakarta, terdapat satu tower dengan kapasitas 60 tempat tidur yang khusus digunakan untuk menangani kasus COVID-19. Penyediaan tower yang dikhususkan untuk kasus COVID-19 ini telah dimulai sejak pertengahan Maret 2020.

"Tujuannya, agar pasien-pasien dengan penyakit lain tidak tertular COVID-19 dari pasien COVID-19 di sana," katanya.

Baca juga: 52 RS Bhayangkara bisa tangani pasien terpapar Covid-19

Sementara RS Bhayangkara Brimob, Depok, Jawa Barat juga diperuntukkan untuk menangani pasien COVID-19. RS yang memiliki kapasitas 150 tempat tidur ini mulai disulap menjadi RS Darurat sejak akhir Maret 2020.

"RS Brimob Kelapa Dua saat ini tidak menerima pasien berpenyakit selain COVID-19. Ini upaya Dokkes Polri untuk membantu Pemerintah," kata mantan Karumkit RS Polri ini.

Baca juga: Dokkes Polri prioritaskan beri vitamin anggota Polri di lapangan

Baca juga: Tujuh siswa Setukpa dirawat di RS Polri Said Sukanto dinyatakan sembuh

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar