Penderita HIV/AIDS di Palangka Raya didominasi usia produktif

id mursalin,hin/aids,palangka raya,susi idawati

Pemuda di Palangka Raya mengampanyekan aksi menolak HIV/AIDS. ANTARA/Rendhik Andika

Palangka Raya (ANTARA) - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Palangka Raya menyebut jumlah penderita HIV/AIDS di Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2019 didominasi usia 26-49 tahun yang masuk kategori usia produktif.

"Dari total 63 penderita HIV/AIDS selama 2019, 49 di antaranya berada pada rentan usia 26-49 tahun," kata Pengelola Program KPA Kota Palangka Raya, Mursalin, Rabu.

Kemudian pada usia 0-5 tahun tercatat dua orang positif HIV/AIDS, usia 6-14 tahun satu orang, pada usia 15-25 tahun delapan orang dan 50 tahun ke atas tercatat tiga orang terjangkit virus mematikan itu.
Baca juga: 63 warga Palangka Raya positif HIV/AIDS

"Data tersebut juga sudah divalidasi oleh Dinas Kesehatan Kota. Seluruhnya merupakan warga Palangka Raya. Kalau data warga penderita HIV/AIDS yang berobat di Palangka Raya lebih banyak lagi," katanya.

Berdasarkan data KPA  Palangka Raya ada 63 orang itu terdiri dari 32 persen atau sebanyak 20 orang penderita HIV dan 68 persen atau 43 orang penderita AIDS.

Sementara itu, jumlah penderita HIV/AIDS pada 2019 menurun dibanding tahun 2018 yang berada pada angka 75 penderita. Angka penderita HIV/AIDS pada 2017 tercatat 53 orang terinveksi "human immunodeficiency virus" (HIV) yang yang merusak sistem kekebalan tubuh itu.

Namun demikian selama 2019 KPA "Kota Cantik" tidak menemukan adanya penderita yang meninggal dunia. Seluruh warga yang terjangkit dalam perawatan.
Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kalteng terus meningkat

HIV merupakan virus berbahaya yang merusak sistem kekebalan tubuh sehingga penderita virus ini akan rentan diserang penyakit. Inveksi virus ini jika tak segera ditangani akan terus berkembang lebih serius yang sering disebut "Acquired Immune Deficiency Syndrome" atau AIDS.

AIDS ini merupakan stadium terakhir dari tahapan inveksi HIV yang mana pada tahap ini kemampuan tubuh atau imunitas tubuh untuk melawan infeksi hilang sepenuhnya.

Pihaknya pun mengajak masyarakat setempat turut aktif memerangi HIV/AIDS minimal pada lingkungan keluarga. Dia juga mengajak masyarakat mengenali HIV/AIDS dengan benar baik cara-cara penyebarannya dan pencegahannya. Pihaknya juga mengajak masyarakat menghindari penyakitnya dan bukan penderitanya.
Baca juga: Dokter: Masyarakat agar kenali prinsip "ESSE" pada HIV/AIDS
Baca juga: Legislator: Banyak perempuan tertular HIV/AIDS karena tak bisa memilih

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar