Kodam Cenderawasih fasilitasi keluarga korban mengantar jenazah

id heli m-17 jatuh,pegunungan bintang papua

Raziman Nainggolan (kanan), ayahanda dari almarhum Serda Ikrar Setia Nainggolan saat bertanya soal pendampingan keluarga korban dalam pemberangkatan jenazah ke Sorong, Papua Barat. (ANTARA/Alfian Rumagit)

Jayapura (ANTARA) - Kodam XVII/Cenderawasih akan memfasilitasi keluarga korban yang akan mengantar jenazah dari Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua ke sejumlah kota tujuan.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax di Kota Jayapura, Ahad malam,  mengatakan itu merupakan kewajiban dari institusi TNI kepada keluarga korban yang gugur dalam kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang pada akhir Juni 2019.

"Tentunya rencana kepulangan para jenazah itu, nanti kami akan mendampingi keluarga yang ingin menyambut agar acara besok bisa berjalan dengan baik," katanya menjawab pertanyaan, Raziman Nainggolan salah satu keluarga korban.

Dax juga menyampaikan turut bela sungkawa atas meninggalnya Serda Ikrar Setia Nainggolan, salah satu putera Raziman Nainggolan.

"Saya sampaikan turut berduka cita yang mendalam atas kepergian putera bapak Nainggolan sebagai pahlawan," kata Dax.

Baca juga: DVI-Kesdam umumkan hasil identifikasi 12 prajurit TNI gugur di Papua

Baca juga: 12 Jenazah penumpang dan awak helikopter Mi-17 dievakuasi

Baca juga: Pangdam Cenderawasih akui lihat puing Mi-17 di Pegunungan Bintang


Sementara itu, Kakesdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ckm dr Djanuar Fitriadi mengatakan bahwa selain Tim DVI dan Biddokkes Polda Papua yang bekerja untuk mengidentifikasi para korban, Kesdam Cenderawasih telah membentuk tim pendampingan untuk keluarga korban.

"Kita namakan Tim Familly Asisten, adalah tim gabungan antara Biddokkes Polda dengan Kesdam Cenderawasih, yang terdiri dari psikiatri salah satunya Karumkit yang merupakan seorang dokter jiwa, lalu ada psikolog, juga Ipda Ori dari Polda Papua," katanya.

Tim Familly Asisten, kata dia, selalu mendampingi para keluarga korban yang datang ke RS Bhayangkara selama proses identifikasi.

"Juga mulai dari kedatangan pesawat di Sentani hingga ke ruang Pos Mortem RS Bhayangkara. Jadi, keluarga yang datang di dampingi oleh Tim Family Asisten," katanya.

"Nantinya tim ini juga ikut dalam pemberangkatan jenazah, mohon maaf untuk keberangkatan harus dibagi dua, karena harus diatur dengan baik, yang juga nanti di lepas oleh Panglima TNI pada Selasa pekan besok," katanya.*

Baca juga: Papua kini- Bupati Constan klaim situasi Pegunungan Bintang kondusif

Baca juga: Faktor cuaca di Oksibil masih hambat pencarian Heli MI 17

Baca juga: Bupati Pegunungan Bintang turun kampung tanyai warga terkait MI 17

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar