Gus Ipul pinang Ganjar Pranowo menjadi Ketum Persada.id

id gus ipul, persada.id,ganjar pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bertemu Gus Ipul di ruang kerja. (Foto:Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, meminang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk bersedia menjadi Ketua Umum Persatuan Radio Televisi Publik Daerah Seluruh Indonesia (Persada.id).

Gus Ipul, saat bertemu dengan Ganjar Pranowo di ruang kerja Gubernur Jateng di Semarang, Rabu, menyebut Ganjar merupakan sosok yang tepat bagi kemajuan Persada.id dan figur orang nomor satu di Jateng itu merupakan contoh gubernur atau kepala daerah yang bisa memberikan inspirasi, dorongan, dan semangat bagi teman-teman yang mengelola radio di daerah.

"Radio daerah ini adalah aset dan membutuhkan pemimpin yang bisa menjadi speaker. Pak Ganjar ini tidak hanya bicara, tetapi beliau juga praktik dan menuntun," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pinangan untuk Ganjar karena yang bersangkutan dinilai dapat memanfaatkan radio-radio daerah untuk pesan pembangunan, menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam pembangunan, sekaligus ingin mendengarkan aspirasi serta kemauan masyarakat.

"Ini hal yang menurut saya patut kita apresiasi dan jadikan contoh. Lalu kemudian supaya manfaatnya bisa dirasakan nasional, kami minta kesediaan beliau untuk menjadi Ketua Umum Persada.id. Saya nanti akan bicara soal menteri terkait permintaan yang saya sampaikan ke Pak Ganjar tadi," katanya.

Baca juga: Pensiun dari Wagub Jatim, Saifullah Yusuf pimpin Persada.id se-Indonesia

Mengenai pinangan tersebut, Ganjar menyambut baik dan ingin adanya revitalisasi radio dengan gaya kekinian agar bisa lebih optimal dalam menyampaikan pesan positif.

"Pengelola radio di tingkat kabupaten/kota ingin tetap berjalan. Tentu saja saya ikut menjadi pembina di sini mendorong agar radio ini bisa optimal lagi dalam memberikan siaran yang bagus, berguna, bermanfaat, serta narasinya positif dan menyemangati, tapi gayanya harus kekinian, dari gaya kekinian ini yang kita harapkan bisa merevitalisasi radio sehingga itu hidup lagi karena itu menjadi media untuk daerah bisa menyampaikan pesan baik," kata Ganjar.

Baca juga: Bangka Barat rintis pembangunan radio daerah

Menurut Ganjar, sekarang ini adalah kurva kedua radio dimana cara hidup radio saat ini sudah tidak bisa secara konvensional lagi dan diperlukan perubahan, baik dari segi konten, manajemen, maupun perawatan.

"Sekarang sudah era digital, jadi harus mencari slot untuk mendigitalisasi radio. Bicara soal manajemen dan perawatan, sekarang kan butuh laptop dan 'bandwidth'. Bicara konten harus berbeda dan kekinian sehingga ditunggu dan efektif. Saya juga sudah bicara dengan beberapa teman dan banyak dapat masukan terkait itu," katanya.

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar