Menteri PPPA: Partisipasi kerja perempuan masih rendah

id Bintang Puspayoga,Pemberdayaan Perempuan,Pelindungan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengatakan partisipasi angkatan kerja perempuan yang masih rendah menjadi salah satu tantangan pembangunan pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak pada 2020-2024.

"Karena itu, Presiden menginstruksikan upaya peningkatan pemberdayaan perempuan melalui kewirausahaan," kata Bintang dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Bintang mengatakan untuk memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak akan menggandeng badan-badan usaha milik negara serta bekerjasama dengan kementerian/lembaga lainnya.

Baca juga: Menteri PPPA apresiasi Program Mekaar jangkau 5,6 juta perempuan

Selain tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan yang masih rendah, peran keluarga dalam pengasuhan anak juga menjadi salah satu tantangan pembangunan pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak lainnya.

Menurut Bintang, peran keluarga harus dalam pengasuhan anak harus ditingkatkan karena keluarga merupakan tempat pengasuhan anak yang pertama dan utama.

"Tantangan lainnya adalah angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi, serta angka pekerja anak yang juga tinggi," tuturnya.

Tantangan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang terakhir adalah angka perkawinan anak yang tinggi.

Pemerintah bersama DPR periode 2014-2019 sudah berhasil merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagai salah satu upaya untuk mencegah perkawinan anak.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak memiliki tugas yang sangat mulia karena menyangkut perempuan dan anak-anak bangsa.

"Komisi VIII siap membantu Kementerian ini agar bisa memiliki nilai lebih di masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Menteri PPPA: Kekerasan perempuan-anak di NTT prioritas penanganan
Baca juga: Menteri PPPA deklarasi sekolah ramah anak di Kabupaten TTS

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar