Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat diperkuat

id Papua Barat, TNI-AD, Pegunungan Arfak, Kodim Persiapan,Kodam Kasuari

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau (kiri) saat menyalami prajurit BKO di Kabupaten Pegunungan Arfak pada Minggu (20/10). (Antara/Toyiban)

Pegunungan Arfak (ANTARA) - Markas Besar TNI Angkatan Darat terus memperkuat Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, Papua Barat, dengan menambah satuan serta pasukan.

Sekitar 400 personel bawah kendali operasi (BKO) yang didatangkan dari sejumlah daerah di Indonesia saat ini sudah berada di Papua Barat. Mereka ditugaskan untuk merintis pembentukan Komando Distrik Militer atau Kodim di sejumlah kabupaten.

Baca juga: Kodam XVIII/Kasuari terima bantuan 412 personel kodim persiapan

Menurut Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau di Anggi, Pegunungan Arfak, Minggu, untuk menunjang tugas Kodam, lima Kodim baru akan dibentuk masing-masing di Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Maybrat, Sorong Selatan, dan Tambrauw.

"Kita sedang upayakan Kodim persiapan, karena personil kami terbatas maka. Bapak Kasad menginisiasi dengan mendatangkan prajurit dari luar," kata Joppye.

Baca juga: Pangdam XVIII: Prajurit baru di Kodam Kasuari 80 persen putra Papua

Ia mengatakan, Satgas BKO Kodim Persiapan yang ditempatkan di beberapa daerah ini memberikan kontribusi positif untuk membantu pemerintah daerah dan Kodam dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, serta memberikan suasana ketenangan dan ketenteraman kepada masyarakat.

Joppye menjelaskan, prajurit Satgas BKO Kodim Persiapan memiliki tanggung jawab besar, khususnya di wilayah yang dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk menunjang profesionalisme keprajuritan dan pengamanan wilayah, harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga: 190 instruktur disiapkan untuk Rindam Kasuari Papua Barat

"Jangan ada pelanggaran sekecil apapun, karena dapat merugikan diri sendiri dan keluarga, serta merusak citra TNI pada umumnya," kata Pangdam di hadapan para prajurit.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pegunungan Arfak ini, Pangdam didampingi oleh Asops Kolonel Inf Sri Widodo, Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf Juniras Lumban Toruan, Kahubdam Kolonel Chb Heru Amrullah, Waaster Letkol Inf Daniel Edgard Syaloom Lalawi, dan Dandeninteldam XVIII/Kasuari Letkol Inf Batara Alex Bullo.

Baca juga: Joppye: Jangan serahkan persoalan Papua kepada orang lain

Pangdam mengingatkan para prajurit selalu mempedomani seluruh prosedur tetap, menjalin hubungan kerja sama dengan seluruh unsur dan instansi terkait maupun dengan aparat keamanan lainnya secara harmonis, terpadu, dan sinergis sehingga pelaksanaan tugasnya dapat membawa manfaat bagi keamanan masyarakat di wilayah binaannya.

Ia mengemukakan, tujuan kunjungan kerjanya ke Satgas BKO dan Koramil yang ada Pegunungan Arfak, selain bertatap muka langsung dengan para prajurit, juga untuk memantau situasi dan melihat kondisi masyarakat di daerah tersebut.

Baca juga: TNI AD bangun rumah sakit tentara di Manokwari

Pangdam juga berkoordinasi dengan Bupati Pegunungan Arfak terkait rencana Kodam ke depan, yakni akan membangun Kodim baru di kabupaten tersebut.

"Kodim di daerah Kabupaten Pegunungan Arfak yang merupakan wilayah Kodam XVIII/Kasuari yang sudah kira rancang ke depan, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita sudah bangun Kodim di sini," ujar Pangdam.

Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak Yosias Saroy mengatakan jajarannya menyambut gembira dan sangat menerima rencana pembangunan Kodim baru di Pegunungan Arfak.

"Kami berharap, keberadaan Kodim tersebut nantinya dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak dalam melakukan percepatan pembangunan," ujar Yosias Saroy.

Usai memberikan arahan, Pangdam meninjau dan melakukan pengecekan kondisi sarana dan prasarana di Pos Satgas Pamrahwan Yonif RK 762/Vira Yudha Sakti dan markas Koramil 1806/Anggi, yang tempatnya berdekatan dengan Kantor Pemkab Pegunungan Arfak.
 

Pewarta : Toyiban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar