LDII Kota Makassar komitmen mengurangi sampah di laut

id LDII Makassar, Bersih Pantai,Sampah plastik

Aksi bersih-bersih pantai oleh LDII Kota Makassar sebagai bagian dari kampanye 'Against Marine Debris' di Pantai Villa Biru Tanjung Bunga, Minggu (20/10/2019). ANTARA Foto/HO-LDII Kota Makassar

Makassar (ANTARA) - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar berkomitmen melestarikan lingkungan melalui aksi mengurangi sampah plastik di lautan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari kampanye 'Against Marine Debris' di Pantai Villa Biru Tanjung Bunga, Minggu.

Pengurus LDII Kota Makassar, H Harun menyampaikan aksi yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap pelestarian lingkungan, sebab diketahui Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah China.

"Sehingga dengan adanya kegiatan ini kita ingin agar masyarakat punya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan," ucapnya

Baca juga: KLHK ajak semua pihak bergerak atasi permasalahan sampah di laut
Baca juga: Pemkot Bandung keluarkan Perwal kurangi sampah plastik


Dalam aksi ini, para jama'ah LDII memungut sampah plastik di sekitar daerah pasang surut Pantai Villa Biru, Tanjung Bunga.

Adapun jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan antara lain; pipet air minum, gelas kemasan, botol plastik dan tutup botol, pembungkus cemilan, puntung rokok, popok bayi dan kantong plastik.

Kampanye Against Marine Debris ini diharapkan bisa terselenggara secara berkelanjutan, melibatkan massa lebih banyak dari masyarakat sehingga gerakan bersih-bersih pantai memiliki dampak yang lebih luas.

"Harapan kami apa yang dilaksanakan dapat berjalan dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Makassar yakni; Clean, Comfort and Continuity," terangnya.

Baca juga: Hari Oeang ke-73, Sri Mulyani bersihkan sampah di Pantai Tanjung Pasir
Baca juga: Pemerintah ajak milenial jaga kebersihan laut lewat Festival SDGs 2019
Baca juga: KLHK akan telusuri sumber sampah plastik di laut Indonesia

Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar