Baihaqy Rais: kenapa pelaku teror tidak disebut gila

id baihaqy rais,pan,teror

Putra Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais, Ahmad Baihaqy Rais saat ditemui di Gedung DPRD DIY, Senin. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Putra Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais, Ahmad Baihaqy Rais mempertanyakan mengapa pelaku teror terhadap Menkopolhukam Wiranto tidak disebut orang gila, tetapi disebut orang Islam, padahal Islam tidak pernah mengajarkan teror seperti yang dilakukan AS alias Abu Rara.

"Saya risih melihat berita-berita itu kenapa yang disebut (pelaku teror) orang Islam, pelakunya orang Islam. Kenapa tidak disebut orang gila gitu karena dalam Islam tidak diajarkan seperti itu (teror)," kata Baihaqy saat ditemui di sela Rapat Paripurna di DPRD DIY, Yogyakarta, Senin.

Baca juga: Wiranto diserang, sejarah teror kembali berulang

Baihaqy juga berharap media massa proporsional dalam porsi pemberitaan karena masih banyak isu atau peristiwa lainnya yang dapat diangkat sebagai bahan pemberitaan.

"Kita tahu, di bagian sana ada mahasiswa yang tertembak atau banyak kasus yang semestinya bisa diangkat," kata anggota DPRD DIY Fraksi PAN ini.

Baca juga: Peneliti nilai teror Abu Rara indikasikan daya rusak teroris menurun

Sementara itu, saat ditanya mengenai kasus hukum yang melibatkan Hanum Salsabiela Rais, Baihaqy enggan berkomentar banyak karena belum berkomunikasi langsung dengan kakaknya tersebut.

Sebelumnya organisasi relawan Jam'iyyah Joko Widodo-Ma'ruf melaporkan Hanum Rais ke Bareskrim Polri terkait dengan cuitan Hanum di Twitter yang menyebut penusukan Wiranto merupakan "setting"-an dan "play victim" Namun, cuitan itu sudah dihapus.

Baca juga: Peneliti: Anggapan rekayasa aksi teror dipengaruhi stigma politik

"Sampai detik ini memang belum berkomunikasi langsung dengan Mbak Hanum. Jadi kalau untuk mendalami kasusnya, saya belum bisa berkomentar panjang dan memberikan tanggapan seharusnya saya 'tabayyun' dulu," kata Baihaqy.

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar