Bank Indonesia Malang kenalkan bersedekah nontunai dengan QRIS

id Bank Indonesia Malang, QRIS, masjid jami' malang

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Malang Azka Subhan Aminurrido saat sosialisasi bersedekah dengan cara nontunai dengan QRIS di Masjid Agung Jami' Malang, Senin, (7/10). ANTARA/HO/BI MALANG

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah Malang mulai mengenalkan cara berinfaq dan bersedekah nontunai dengan mudah melalui fasilitas Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Fasilitas berinfaq dan bersedekah dengan cara nontunai itu disosialisasikan kepada pengurus masjid di Masjid Agung Jami' Malang, Senin (7/10), sekaligus menindaklanjuti program QRIS yang diluncurkan pada pertengahan Agustus lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan pemilihan Masjid Agung Jami’ Malang sebagai pilot project QRIS pada rumah ibadah karena masjid ini sebagai salah satu rumah ibadah utama di Kota Malang.

"Kami berharap dapat menjadi percontohan bagi lembaga lainnya untuk memanfaatkan QRIS sebagai kanal pembayaran nontunai untuk transaksi sosial, seperti zakat, infaq, sodaqoh (ZIS) serta donasi sosial lainnya," kata Azka di sela sosialisasi QRIS di Masjid Agung Jami’ Malang.

Baca juga: Bank Indonesia dorong ekspor produk UMKM

Menurut Azka, selain mudah, penggunaan QRIS untuk pembayaran donasi sosial juga sangat menguntungkan, karena pihak penyelenggara (masjid atau lembaga sosial) tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) atau MDR 0 persen.

Untuk proses implementasi program ini, lanjutnya, BI Malang memfasilitasi pengurus Masjid Agung Jami' Malang dalam pengajuan QRIS Merchant Presented Mode (MPM) pada Bank CIMB Niaga Syariah, salah satu bank Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran di Kota Malang.

Azka menerangkan dengan penggunaan QR Code ini, proses untuk menghimpun sedekah dari jamaah bisa semakin mudah dan cepat. Caranya, masyarakat cukup scan QR Code yang tertera di masjid melalui gawai yang sudah terhubung dengan aplikasi dompet digital.

Setelah di scan dengan mencantumkan nominal uang yang disedekahkan, kata Azka, secara otomatis uang itu akan masuk ke rekening bank milik masjid yang bersangkutan. Pengurus masjid tidak perlu repot-repot menghitung uang sedekah dari jamaah, pelaporan uang juga lebih akurat, meminimalisasi kesalahan dan efektivitas tenaga. Selain itu, juga sebagai upaya mewaspadai adanya uang palsu juga.

Sosialisasi QRIS kepada pengurus masjid tersebut bertujuan agar ke depan masjid-masjid maupun lembaga sosial lainnya di Kota Malang dapat memanfaatkan QRIS untuk memudahkan masyarakat dalam bersedekah atau memberikan donasi secara nontunai, serta berperan dalam mendorong keuangan inklusif.

"Untuk sementara kami sosialisasikan hanya kepada pengurus masjid. Kami lebih banyak menyasar ke anak-anak muda yang paham gadget," ucap Azka.

Sementara itu, Ketua Takmir Yayasan Masjid Jami' Agung Malang KH Zainuddin A. Muchit menilai program ini dapat memberikan kemudahan bagi jamaah yang ingin melakukan sadaqah secara nontunai. "Jamaah yang tidak membawa uang tunai bisa pakai aplikasi, bisa jadi pilihan. Selama ini setiap bulan Masjid Jami' rutin memberikan sadaqah pada 200 dhuafa, sedangkan rata-rata uang yang terkumpul dari jamaah sekitar Rp 200 juta," ujarnya.

Baca juga: BI Malang tertibkan penukaran valuta asing ilegal
Baca juga: BI Malang: Perubahan pola konsumsi masyarakat bisa tekan inflasi

 

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar