Sekolah di Pekanbaru lumpuh akibat kabut asap kian parah

id asap pekanbaru

Pengendara kendaraan bermotor menembus kabut asap pekat ketika terjadi kebakaran lahan di Riau. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc).

Pekanbaru (ANTARA) - Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Pekanbaru hingga saat ini masih lumpuh, bahkan libur sekolah diperpanjang hingga dua hari ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Abdul Jamal di Pekanbaru, Minggu, mengatakan kondisi cuaca hari ini yang belum membaik dan indeks pencemaran udara yang masih dalam level berbahaya sehingga sekolah diliburkan.

Dia juga mengimbau seluruh guru dan tenaga kependidikan melaksanakan sholat Istisqo untuk minta hujan pada Selasa (24/9) pagi di halaman Masjid Raya An- Nur Pekanbaru.

Baca juga: Asap pekat, 4 maskapai alihkan penerbangan dari Pekanbaru

Peserta ibadah sholat diharapkan menggunakan masker karena pada pagi hari kabut asap biasanya pekat dan menusuk hidung.

Selama libur sekolah, tugas terbimbing siswa menjadi tanggung jawab bersama antara guru mata pelajaran dan orangtua siswa.

"Pemberitahuan ini bersifat tentatif, apabila kondisi udara membaik atau turun hujan maka akan diberikan pengumuman susulan, begitu juga sebaliknya apabila kondisi udara semakin memburuk," jelas Abdul Jamal.

Baca juga: Pemko Pekanbaru izinkan ASN hamil tak bekerja selama kabut asap

Libur sekolah di Kota Pekanbaru akibat asap kebakaran hutan dan lahan ini sudah berlangsung selama dua pekan.

Selain itu, para ASN wanita yang sedang hamil juga diminta tidak masuk kantor dan bekerja di rumah.

Kondisi ibu hamil dinilai sangat berbahaya jika menghirup racun asap sehingga bisa mengancam kesehatan janin yang dikandungnya.

Saat ini lebih dari 40 posko kabut asap dan rumah singgah untuk para korban bencana asap juga telah didirikan di Ibu Kota Provinsi Riau ini.

Sejumlah warga juga telah mengungsi ke luar kota yang tidak terdampak bencana kabut asap.

Baca juga: Kabut asap masih pekat selimuti Pekanbaru, jarak pandang 600 meter

 

Pewarta : Riski Maruto
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar