ACT Sumut salurkan 15.000 air bersih atasi kekeringan di Labuhan Batu

id ACT Sumut,ACT Sumut saluran air bersih,Program air bersih ACT

Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara (ACT Sumut) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menyalurkan 15.000 liter air bersih untuk warga Desa Tebangan, Kampung Baru, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara (ACT Sumut) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menyalurkan 15.000 liter air bersih untuk warga Desa Tebangan, Kabupaten Labuhan Batu, yang dilanda krisis air bersih akibat kekeringan.

Marketing Communication ACT Sumut Ilham Muhammad di Medan, Jumat mengatakan kegiatan di Kecamatan Kampung Baru ini sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana kekeringan di Desa Tebangan.

"Desa Tebangan ini merupakan salah satu desa di Billah Barat yang sangat minim sumber air bersih. Terdapat delapan puluh kepala keluarga yang tidak memiliki sumber air bersih, warga hanya memiliki sumur galian sedalam empat meter," tuturnya.

Ia berharap penyaluran air bersih yang juga merupakan program nasional oleh ACT, bisa membantu masyarakat terdampak kekeringan.

"Ini merupakan program nasional, dimana ACT di seluruh Indonesia menyalurkan air bersih untuk daerah-daerah yang dilanda bencana kekeringan. Semoga masyarakat bisa terbantu dengan program kita ini," katanya.

Sementara itu, Ngadira, salah seorang warga Dusun Tebangan, mengungkapkan rasa syukur atas program ACT yang telah mempermudah mereka mendapatkan air bersih.

Ia mengaku, selama ini pemerintah setempat kurang memerhatikan kondisi mereka.

"Saya di sini mewakili ibu-ibu yang ada di Dusun Tebangan, mengucapkan ribuan terima kasih kepada ACT dan MRI yang telah memberikan bantuan air kepada kami. Ini sangat bermanfaat kepada kami, apalagi air bersih ini kami gunakan untuk masak," ujarnya.
Baca juga: ACT salurkan air bersih, atasi kekeringan di Langkat
Baca juga: ACT bantu Palestina, Suriah dan Rohingya via 'Marhaban ya Dermawan'


Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar