Pemerintah siapkan skenario proyeksi pertumbuhan ekonomi

id Bappenas,Menteri PPN,Pertumbuhan ekonomi,Resesi,Perang dagang,Kemiskinan,Pengangguran,Ibu kota baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara penyusunan rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah telah menyiapkan tiga skenario terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk lima tahun ke depan dalam menyikapi adanya ancaman dan berbagai gejolak global yang semakin besar dan penuh ketidakpastian.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan hal tersebut berkaitan dengan banyaknya ancaman global seperti resesi di Turki serta terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China secara tidak langsung membuat Indonesia harus bersiap untuk menghindari dampaknya.

“Tentunya sekarang kita harus memperhitungkan potensi resesi global. Ini masih skenario dan akan kita sampaikan kepada Bapak Presiden,” katanya dalam acara penyusunan rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan tiga skenario proyeksi tersebut meliputi skenario optimis yaitu menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, skenario moderat 5,7 persen, dan terbawah yaitu 5,4 persen.

“Kalau dari kami rekomendasinya adalah yang paling bawah (5,4 persen), terpaksa kita harus yang paling pesimistis karena dunia tidak bisa tertebak,” ujarnya.

Baca juga: Menteri PPN jadikan investasi sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi

Ia menuturkan pihaknya telah menyiapkan berbagai cara dalam mencapai target tersebut, salah satunya dengan mengadakan tujuh agenda pokok yang akan dijalankan pada lima tahun ke depan.

“Ada tujuh agenda pembangunan untuk mencapai target, paling tidak dalam rancangan teknokratif kami,” katanya.

Bambang menyebutkan tujuh agenda itu meliputi mengurai kemiskinan hingga di bawah 7 persen dan pengangguran tidak lebih dari 4 persen, mengurangi kesenjangan antar wilayah, peningkatan SDM berkualitas melalui program vokasi, dan pembangunan infrastruktur.

“Kalau infrastruktur bukan hanya jalan tol, listrik, bandara, pelabuhan laut, tapi termasuk air bersih,” ujarnya.

Baca juga: RI diharapkan manfaatkan Aliansi Pasifik dorong tumbuhnya ekonomi

Selain itu, pemerintah juga akan fokus pada pengelolaan terhadap perubahan iklim seperti kebakaran hutan sebab ternyata hal tersebut turut berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

“Kebakaran hutan yang menjadi ada unsur pidana yang berusaha membakar. Tapi jangan lupa itu bisa jadi sumber tanah gambut sudah panas sebagai akibat perubahan iklim kemudian menyebabkan dampak yang semakin besar,” katanya.

Bambang melanjutkan, peningkatan keamanan nasional dan internasional serta pengoptimalan fasilitas pelayanan publik juga turut menjadi konsentrasi perbaikan untuk lima tahun ke depan.

Bambang berharap dengan adanya tujuh rencana perbaikan oleh pemerintah pada lima tahun ke depan itu bisa membantu membuat ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

“Ini bisa dicapai bukan hanya pemerintah sendirian tapi harus bersama dengan swasta dan BUMN,” ujarnya.

Baca juga: Menteri PPN: Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat
Baca juga: Kepala Bappenas ingatkan pentingnya birokrasi yang ramah investasi

 

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar