Sejumlah tempat di Kotim gelar shalat istisqa berharap turun hujan

id Kabut asap

Jamaah khusyuk mengikuti shalat istisqa di Pelabuhan Sampit, Selasa (17/9/2019) ANTARA/Norjani.

Sampit (ANTARA) - Shalat istisqa untuk meminta hujan dilaksanakan serentak di sejumlah tempat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagai ikhtiar agar Allah SWT menurunkan hujan sehingga kebakaran lahan dan asap yang melanda daerah itu segera berakhir.

"Bagi umat Islam, shalat istisqa ini memang dianjurkan untuk meminta hujan saat terjadi kemarau dan kekeringan seperti sekarang ini. Terlebih saat ini kebakaran lahan dan asap sudah sangat mengganggu," kata Pelaksana Tugas Camat Cempaga Dedi Purwanto di Sampit, Selasa.

Menurut pria yang juga menjabat Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Publik Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur (Kotim), kondisi saat ini sudah cukup parah. Kebakaran lahan terjadi di banyak tempat dan menyebabkan asap pekat yang mengganggu kesehatan, pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Pekanbaru berasap pekat saat Presiden Jokowi shalat minta hujan

Usaha di lapangan terus dilakukan siang dan malam untuk memadamkan kebakaran lahan oleh tim di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, namun kebakaran lahan masih terjadi.

Shalat istisqa ini menjadi ikhtiar untuk meminta pertolongan Allah agar bencana ini segera berakhir. Hujan diharapkan menjadi cara ampuh mempercepat berakhirnya kebakaran lahan dan asap.

"Upaya di lapangan tentu terus kita lakukan bersama agar kebakaran lahan dan asap segera berakhir. Dibutuhkan kepedulian masyarakat untuk memaksimalkan upaya ini," harap Dedi.

Baca juga: Dokter minta masyarakat waspada rabies saat kabut asap karhutla

Sementara itu, shalat istisqa dilaksanakan serentak di banyak tempat pada Selasa pagi, diantaranya di Pelabuhan Sampit, Polsek Ketapang, Polsek Baamang, Cempaga dan lainnya.

Shalat istisqa di Pelabuhan Sampit dilaksanakan usai peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019. Usai upacara, peserta langsung mengikuti shalat istisqa di pelabuhan yang berada di pinggir Sungai Mentaya tersebut.

Asap pekat saat ini juga mengganggu transportasi udara, laut dan darat. Insan perhubungan berharap kebakaran lahan dan asap segera berakhir dengan diturunkannya hujan.

Baca juga: Dinkes diminta siaga untuk layani masyarakat terdampak asap karhutla

"Kita sama-sama berdoa agar Allah segera menurunkan hujan. Hanya Allah yang memiliki kekuasaan mengatur segalanya. Melalui shalat istisqa ini kita meminta agar hujan segera turun dan membawa rahmat bagi kita semua," demikian Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur Fadlian Noor.

Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar