PSI anjurkan kadernya daftar bacawali Surabaya di partai sendiri

id PSI surabaya,pilkada surabaya

Sekretaris DPD PSI Surabaya William Wirakusuma (istimewa)

Surabaya (ANTARA) - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menganjurkan kadernya mendaftar sebagai bakal calon wali kota maupun calon wakil wali kota Surabaya melalui partai sendiri dan sudah membuka pendaftaran konvensi pada 1 September hingga 20 Oktober 2019.

"Kami menganjurkan kader, daftar lewat PSI. Tidak ada larangan asal tidak pindah partai dan tidak dobel KTA," kata Sekretaris DPD PSI Surabaya William Wirakusuma di Surabaya, Senin.

Hal ini diungkapkan Wiliam karena ada salah satu kader PSI yang mendaftar sebagai bakal Cawali Surabaya di kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Mestinya, lanjut dia, kader tersebut mendaftar konvensi cawali-cawawali Surabaya yang digelar DPD PSI Surabaya dan DPW PSI Jatim.

Baca juga: PSI siap dukung kader partai maju pemilihan wali kota Surabaya

Saat ditanya siapa saja yang sudah daftar bakal cawali atau cawawali Surabaya di PSI, Wiliam mengaku belum tau pasti karena bukan panitia pendaftaran.

Meski demikian, Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya ini menjelaskan pendaftaran konvensi bisa dilaksanakan secara daring dengan membuka laman resmi PSI, maupun secara langsung di Kantor DPW PSI Jawa Timur, Ketintang Selatan III Surabaya.

"Ini baru tim pendaftaran dulu yang ada. Nanti setelah pendaftaran baru akan ada ketua panitia konvensinya," katanya.

Usai pendaftaran tersebut, kata dia, nantinya akan ada seleksi administrasi, wawancara oleh panelis dan debat visi misi. Dengan begitu, kemampuan figur tersebut bisa semakin terlihat. Bahkan ada juga survei untuk mengukur elektabilitas dan akseptabilitasnya para kandidat.

Baca juga: Jubir PSI Andy Budiman pertimbangkan maju Pilkada Surabaya 2020

Dengan adanya pendaftaran tersebut, Wiliiam berharap akan terjaring para bakal cawali dan cawawali Surabaya yang benar-benar punya kemampuan dan keahlian mumpuni untuk memimpin Kota Pahlawan.

"Jadi, bukan hanya orang yang sekadar ingin maju dan terkenal saja, karena ada syarat bagi mereka untuk menguasai banyak hal tentang perkotaan," katanya.

 

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar