Aktivis PA GMNI kembalikan formulir bacawawali Surabaya lewat PDIP

id pendaftaran pdip,calon kepala daerah,pilkada surabaya,ony setiawan, antaranews.com

Aktivis PA GMNI bakal calon wakil wali kota Surabaya Ony Setiawan bersama puluhan relawan pendukungnya saat mengembalikan formulir di Kantor PDIP Jatim di Surabaya, Sabtu (14/09/2019). ANTARA/Fiqih Arfani.

Surabaya (ANTARA) - Aktivis Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Ony Setiawan mengembalikan formulir bakal calon wakil wali kota Surabaya lewat PDI Perjuangan untuk Pilkada setempat 2020.

“Ini sebagai bentuk keseriusan saya turut membangun Surabaya ke depannya,” ujar Ony Setiawan di sela pengembalian formulir di Kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya, Sabtu.

Politikus yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni dan Budaya DPD PDIP Jatim tersebut mengambil formulir pada Kamis (12/9), kemudian melengkapi persyaratan administrasi bakal calon dan dikembalikan pada hari ini.

Pada kesempatan tersebut, sekretaris PA GMNI Jatim itu tidak sendirian, namun puluhan relawannya serta puluhan seniman Bantengan Jolotundo.

Baca juga: Istri mantan wali kota daftar calon wali kota Surabaya 2020 di PDIP

Baca juga: PDI Perjuangan siapkan kantor pemenangan Pilkada Surabaya 2020

Baca juga: Anugrah Ariyadi optimistis dapat tiket Cawawali Surabaya di PDIP


Ony yang juga dikenal sebagai budayawan itu mengaku fokus dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia Kota Surabaya menghadapi tantangan global.

Dasar pemikirannya, kata dia, dinilai dari selama kepemimpinan pemerintahan Surabaya di bawah Bambang Dwi Hartono yang telah menunjukkan pemerintahan berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain itu, lanjut dia, Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini juga telah mampu menunjukkan pembangunan fisik kota secara efektif dan efisien sehingga telah siap menjadi kota bertaraf internasional.

"Tantangan zaman ke depan menghadapi masyarakat industri 4.0 yaitu perlunya SDM berkualitas, dan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa,” ucap alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga tersebut.

Ia juga optimistis mendapat tiket untuk posisi orang nomor dua di Kota Pahlawan pada Pilkada tahun depan, terlebih PDIP memiliki kewenangan mengajukan pasangan calon sendiri.

Pada Pemilu Legislatif 2019 di Surabaya, partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut meraih 15 kursi, sedangkan syarat mengajukan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota berjumlah paling sedikit 10 kursi.

Kendati demikian, Ony yang juga budayawan tersebut menegaskan siap mengikuti apapun hasil yang diputuskan pimpinan partainya.


Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar