KPAI: Djarum sepakat tak gunakan logo dalam audisi bulu tangkis

id Kpai, pb djarum,Kpai rokok

Konferensi pers pernyataan kesepakatan bersama antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta turut disaksikan oleh Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh dan Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan pihak Djarum sepakat tak gunakan merek, logo dan citra merek Djarum dalam penyelenggaraan bulu tangkis.

"Alhamdulillah dengan komitmen sama, akhirnya Djarum sepakat untuk tidak menggunakan merek, logo dan brand image Djarum dalam penyelenggaraan audisi termasuk mengganti nama audisi menjadi audisi umum," kata Ketua KPAI Susanto melalui pernyataan resmi di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan KPAI menjalankan tugas pengawasan agar anak-anak tak terpapar citra merek zat adiktif berupa produk tembakau.

"Karena semakin anak dekat citra merek zat adiktif rokok maka, anak-anak akan berpotensi sebagai konsumen rokok di kemudian hari," kata diam

Dia mengatakan citra merek muncul di nama audisi dan baju, tas atau bentuk lain yg mengandung merek zat adiktif rokok.

Penggunaan citra merek Djarum itu merupakan soft markering dan soft promotion yang berpotensi menggaet sasaran perokok baru di kemudian hari.

Maka benar dalam PP 109 Tahun 2012, telah mengatur cukup jelas bahwa penyelenggaraan kegiatan yg disponsori rokok meskipun bagian dari tanggungjawab sosial tidak boleh menampilkan merek, logo dan citra merek zat adiktif berupa rokok.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemenko PMK, Kemenkes, Bappenas dan Kemenpora yang ikut membahas dan ikut serta memastikan PP tersebut berjalan dengan baik agar paparan citra merek rokok tidak menyasar kepada usia anak," kata dia.

Dia mengatakan masyarakat tidak ingin anak Indonesia ke depan terpapar zat adiktif rokok yang melemahkan kualitas SDM Indonesia. Padahal Pemerintah saat ini dalam rangka mewujudkan SDM unggul menargetkan prevalensi anak terpapar rokok menjadi 5,4 persen yang tahun sebelumnya 9,1 persen.

Baca juga: Pegiat: Pemerintah wajib lindungi anak dari bahaya rokok
Baca juga: KPAI: audisi bulutangkis Djarum dekatkan anak pada rokok
Baca juga: Kemenpora sepakat hentikan pemanfaatan anak untuk promosi rokok

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar