7.142 haji Debarkasi Batam tiba di Tanah Air

id Jamaah haji batam, jamaah haji riau, daftar haji meninggal

Petugas menurunkan koper jamaah haji Debarkasi Batam. (Naim)

Batam (ANTARA) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Hang Nadim Batam Kepulauan Riau mencatat sebanyak 7.142 orang jamaahnya dari Provinsi Kepri, Riau, Kalimantan Barat dan Jambi tiba dari Tanah Suci pada Musim Haji 2019.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini, jamaah Debarkasi Batam yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 16 kelompok terbang dengan jumlah jamaah 7.142 orang," kata Ketua PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam, Mukhlisuddin, Senin.

Jamaah Kloter 16 asal Kalbar yang merupakan gelombang haji kedua tiba di Tanah Air lebih dulu, pada Jumat (30/8). Sedangkan Kloter 15 yang merupakan kloter gelombang pertama, tiba di Batam, pada Minggu (1/9) malam.

Jamaah kloter 15, rencananya akan dipulangkan ke daerah masing-masing pada Senin, menggunakan 3 jadwal penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam.

Baca juga: Kepulangan jamaah kloter 16 Debarkasi Batam dipercepat 2 hari

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan hingga kini pihaknya mencatat 35 orang haji Debarkasi Batam yang meninggal di Arab Saudi, yaitu tujuh orang haji dari Kalbar, lima orang haji dari Kepri, 13 orang haji dari Jambi dan 10 orang haji dari Riau.

Sementara itu, pembimbing ibadah kloter 15, Qomar Laela meyakinkan, seluruh jamaahnya sudah melaksanakan ibadah dengan sempurna.

"Sudah paripurma melaksanakan arbain, penuh meskipun tidak seluruh jamaah mampu karena uzur, sakit dan menstruasi bagi wanita," kata dia.

Seluruh jamaah mampu melaksanakan ibadah dengan relatif baik, meski ada yang harus dilakukan dengan badal.

Tim Kesehatan Kloter 14, Rabul Priyantono mengatakan, meski 300 orang haji bersatus risiko tinggi, namun semuanya kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.

"Tidak ada yang meninggal dan tertinggal di Arab Saudi, semua dalam kondisi aman," kata dia.

Baca juga: 35 haji Debarkasi Batam meninggal

Baca juga: Debarkasi Batam mulai pulangkan jamaah haji Kalbar

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar