Minggu, 22 Oktober 2017

GAMKI Sulut-KNPI Manado Kolaborasi Mantapkan Negara Pancasila

id GAMKI Sulut-KNPI Manado Kolaborasi Mantapkan Negara Pancasila
GAMKI Sulut-KNPI Manado Kolaborasi Mantapkan Negara Pancasila
FGD GAMKI Sulut-KNPI Manado Kolaborasi Mantapkan Negara Pancasila (1)
Tondano (AntaraSulut) - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulut bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado, sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2017 sebagai upaya memantapkan Negara Pancasila.

FGD yang digelar di Rumah Kopi Billy kawasan Megamass Manado, Sabtu mengangkat tema "Kontemplasi Penghayatan Pengalaman Pancasila sebagai Dasar Ideologi dan Pandangan Hidup Bangsa (membedah kelalaian, sistem ataukah amnesia sejarah)".

Acara dibuka Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sulut Steven Liow, dirangkaikan dengan grand launching Lembaga Kajian Pemilu, Demokrasi dan Kebijakan Publik GAMKI Sulut yang dipimpin Erick Kawatu selaku Direktur dan Winsi Kuhu sebagai Sekretaris Eksekutif.

Terungkap di FGD, kondisi sekarang atau sebagian presepsi masyarakat cenderung tidak lagi menghayati Pancasila.

"Padahal Pancasila merupakan perekat ideologi bangsa, melalui FGD ini dapat mengembalikan persepsi positif Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia," kata Erick Kawatu yang juga Ketua KNPI Manado.

Sementara narasumber lainnya, Johny Suak menjelaskan posisi masyarakat tidak lagi pada tataran amnesia sejarah, karena ada kesalahan sistem, sehingga Pancasila sudah tidak lagi menjadi pedoman kehidupan berbangsa.

Ketua GAMKI Sulut Meidy Tinangon mengatakan, KNPI merupakan perekat pemuda Indonesia.
Untuk itu tugas kita saat ini adalah mengkontruksikan sesuatu yang telah retak, namun butuh kerja keras untuk mengembalikan.

"Ide atau gagasan serta rencana aksi sangat penting merespon ancaman disintegrasi dan retaknya ikatan sosial kebangsaan.

Media sosial perlu mendapat perhatian supaya kehadirannya positif bagi perekat perbedaan," pungkas Tinangon.

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga