Rabu, 18 Oktober 2017

Umat Katolik Jalan Salib Keliling Kampung

id Jumat Agung, Paroki Rumengkor
Umat Katolik Jalan Salib Keliling Kampung
Umat Wilroh St Matias Rasul, Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor saat jalan salib di perhentian ke-12, Yesus Wafat disalib (1)
Pada hari Raya Jumat Agung, Umat Katolik menggelar dua kegiatan pokok yakni jalan salib mengenang sengsara dan wafat Tuhan Yesus di dini hari atau pagi hari, dan pada sore hari, tepatnya pukul 15.00 Wita Upacara Jumat Agung.
Manado, (AntaraSulut) - Umat Katolik di Keuskupan Manado di pagi atau dini hari raya Jumat Agung, menggelar prosesi jalan salib mengelilingi kampung atau tempat tinggal masyarakat.

"Jalan salib mengelilingi kampung memiliki makna selain mengenangkan perjalanan sengsara dan wafat Tuhan Yesus, tetapi juga mengandung makna kecintaaan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar," kata Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Christofel Freydi Andries MSC.

Pastor Andries mengatakan mengelilingi kampung dengan berdoa, bernyanyi sambil mengenangkan misteri sengsara dan kematian Yesus Kristus, maka diharapkan kehidupan beriman masing-masing umat terus bertumbuh dan  berkembang dimana kehidupannya tetap dekat kepada Sang Pencipta.

Umat Paroki Rumengkor, menggelar jalan salib dengan mengenangkan 14 peristiwa Yesus dimulai pukul 04.30 Wita dan berakhir sekitar pukul 08.00 Wita.

Lebih 1.500 umat di Paroki tersebut mengikuti prosesi rutin tahunan yang digelar setiap kali umat merayakan Jumat Agung.

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga