Logo Header Antaranews Manado

Kemenag perkuat tata kelola madrasah di Bolsel

Kamis, 6 Agustus 2026 19:31 WIB
Image Print
Kepala Kemenag Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Muh Thaib Mokobombang, saat berada di Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif NU Ilomata Bolsel, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Kemenag.

Manado (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat tata kelola madrasah di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami sangat peduli dan komitmen Kemenag terhadap perkembangan madrasah di Sulut, seperti Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif NU Ilomata Bolsel," kata Kepala Kemenag Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Muh Thaib Mokobombang, di Bolsel, Kamis.

Dia mengatakan, dengan Kepala Madrasah Afrizal Lakoro diharapkan kualitas madrasah akan semakin baik.

"Saya merasa memiliki kewajiban, sekaligus panggilan hati, untuk hadir pada kegiatan ini sebagai bentuk rasa cinta dan kepedulian kami terhadap MA Ma'arif NU Ilomata. Penugasan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun dan memajukan madrasah ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa penugasan tenaga pendidik yang dilakukan beberapa hari sebelumnya merupakan bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di madrasah. Momentum tersebut diharapkan menjadi semangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Thaib Mokobombang mengatakan bahwa penyerahan SK penugasan kepala madrasah merupakan bagian dari langkah strategis setelah perubahan nomenklatur lembaga dari yayasan menjadi Madrasah Aliyah Ma'arif NU Ilomata.

Seluruh proses administrasi, termasuk izin operasional, telah diselesaikan sehingga mulai tahun ini seluruh dokumen resmi, termasuk ijazah peserta didik, menggunakan nomenklatur baru tersebut.

Menurutnya, tetap dicantumkannya nama Ilomata pada nomenklatur madrasah merupakan bentuk penghargaan terhadap sejarah berdirinya lembaga serta identitas masyarakat setempat.

Kepala Kantor juga menjelaskan pentingnya keberadaan kepala madrasah yang memiliki legalitas resmi. Ia mengungkapkan bahwa saat proses input data pada aplikasi EMIS GTK, ditemukan kendala karena kepala madrasah sebelumnya belum memiliki pengangkatan resmi dari LP Ma'arif.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat berbagai layanan administrasi, seperti pencairan tunjangan profesi guru (TPG), penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS), hingga kewenangan penandatanganan ijazah dan sertifikat peserta didik.

"Semoga ikhtiar ini menjadi langkah awal yang baik sehingga MA Ma'arif NU Ilomata semakin berkembang, semakin dipercaya masyarakat, serta mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara," tutupnya.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026