Logo Header Antaranews Manado

SDN Miangas-Talaud akhirnya miliki sarana dan prasarana layak

Kamis, 6 Agustus 2026 19:13 WIB
Image Print
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan SD Negeri Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (5/8/2026) berhasil memiliki sarana dan prasarana yang layak usai menerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan SD Negeri Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang termasuk dalam wilayah 3T berhasil memiliki sarana dan prasarana yang layak usai menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis mengatakan kunjungannya ke Pulau Miangas bertujuan untuk meninjau progres pembangunan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.

Ia menyampaikan pembangunan di SD Negeri Miangas dan SMP Negeri 2 Nanusa ditargetkan rampung pada Agustus ini setelah melalui proses pembangunan selama satu setengah bulan.

“Pembangunan di dua sekolah ini kami melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Tentunya kami sangat berterima kasih kepada TNI, warga sekolah, dan masyarakat yang sudah berusaha maksimal agar pembangunan berjalan dengan lancar dan tepat waktu,” kata Mendikdasmen.

Berdiri sejak 5 Agustus 1976, ia menjelaskan SD Negeri Miangas telah menjadi rumah belajar bagi anak-anak di Pulau Miangas.

Setelah hampir lima dekade melayani masyarakat di wilayah terluar Indonesia, sekolah ini akhirnya menjadi salah satu penerima bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di Sulawesi Utara.

Kepala SD Negeri Miangas Melati Sulastri Mangole mengatakan sejak berdiri pada 1976, sekolahnya belum pernah menerima bantuan revitalisasi untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan.

Ia bersyukur tahun ini sekolahnya mendapatkan bantuan revitalisasi dan proses pembangunan tengah berlangsung serta ditargetkan selesai pada Agustus.

“Tahun ini kami mendapatkan dana bantuan lebih dari Rp1,9 miliar. Dana tersebut seluruhnya digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, rumah dinas guru, toilet, pembangunan ruang UKS, dan penataan lingkungan sekolah,” kata Melati.

Sebagai sekolah yang berada di wilayah 3T, Melati bersama seluruh guru terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di Pulau Miangas.

Ia mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan.

Menurutnya, revitalisasi rumah dinas guru menjadi salah satu bantuan yang sangat penting karena dapat mendukung para guru yang bertugas di Pulau Miangas sekaligus meringankan biaya hidup mereka.

“Bantuan ini sangat membantu kami untuk menunjang keberlangsungan pendidikan di Pulau Miangas wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan fasilitas yang lebih baik nantinya kegiatan belajar mengajar dapat lebih maksimal serta meningkatkan mutu pendidikan di pulau kami,” kata Melati.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026