Logo Header Antaranews Manado

Kakanwil: Selesaikan tantangan keimigrasian butuh sinergi multi pihak

Kamis, 6 Agustus 2026 05:12 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani (tengah) foto bersama usai memberikan penghargaan saat pelaksanaan acara anev. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani mengatakan tantangan keimigrasian saat ini tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri, sehingga butuh sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya.

"Saya ingin seluruh jajaran membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif melalui pendekatan pentahelix," ujar Ramdhani pada acara Analisis dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulut di Manado, Rabu.

Dia menyebutkan jajarannya membutuhkan sinergi yang kuat dengan pelaku usaha dalam mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, perguruan tinggi berperan dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan inovasi, sementara dengan masyarakat dalam membangun kesadaran hukum serta pengawasan partisipatif.

"Kolaborasi berikutnya adalah dengan media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, edukatif, dan terpercaya," ujarnya.

Ramdhani menyebutkan seluruh pelaksanaan tugas saat ini harus selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

Imigrasi, menurut dia, memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai 'gatekeeper' atau penjaga gerbang yang menjaga kedaulatan negara.

Akan tetapi imigrasi juga menjadi 'facilitator of development' yang mendukung investasi, pariwisata, perdagangan internasional, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, kata Ramdhani, imigrasi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengawasan orang asing semakin efektif melalui pendekatan intelijen dan analisis risiko.

"Kita juga memiliki tanggung jawab mempercepat transformasi digital layanan keimigrasian, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, adaptif, transparan, dan akuntabel," katanya menegaskan.

"Saya berharap forum evaluasi ini menjadi ruang dialog yang terbuka, objektif, dan konstruktif. Sampaikan kondisi yang sebenarnya, identifikasi setiap kendala secara jujur, bagikan praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dilaksanakan, serta rumuskan langkah-langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat segera diimplementasikan," harapnya.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026