
Putra Nababan dorong penguatan pariwisata berkualitas tingkatkan kunjungan wisman

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mendorong penguatan pariwisata berkualitas agar peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara diikuti kenaikan nilai belanja yang memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Putra Nababan di Jakarta, Rabu, mengatakan capaian kunjungan wisatawan mancanegara selama semester I 2026 patut diapresiasi, meski masih diperlukan upaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata.
"Kita tentu mengapresiasi capaian kunjungan wisman selama semester I 2026. Angka 1,39 juta kunjungan di bulan Juni yang naik tipis dari bulan sebelumnya membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi yang diminati," kata Putra.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan atau meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, rata-rata pengeluaran wisatawan mengalami penurunan.
Menurut Putra, data BPS juga menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara secara tahunan turun 2,15 persen, sementara rata-rata pengeluaran wisatawan berada di kisaran 1.285 dolar Amerika Serikat per kunjungan.
"Data ini harus menjadi lampu kuning bagi kita. Peningkatan jumlah wisatawan belakangan ini ternyata belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan nilai ekonomi riil di lapangan. Kalau turisnya banyak tapi belanjanya sedikit, dampak ekonomi bagi masyarakat dan UMKM di sekitar destinasi tidak akan maksimal," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat penerapan konsep pariwisata berkualitas melalui peningkatan mutu destinasi, layanan, dan pengalaman wisata.
Putra mendorong pemerintah meningkatkan kualitas amenitas, infrastruktur, serta standar kebersihan kawasan wisata guna memperkuat daya saing destinasi.
Selain itu, ia menilai pengembangan agenda internasional dan paket wisata tematik, seperti ekowisata, wisata kebugaran, dan wisata budaya, dapat menjadi strategi untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Indonesia.
Ia juga mengusulkan promosi pariwisata yang lebih terarah dengan menyasar negara penyumbang wisatawan berdaya beli tinggi, sekaligus memperkuat integrasi produk UMKM dalam ekosistem pariwisata.
"Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi destinasi massal yang murah. Pariwisata kita harus naik kelas. Strateginya harus segera diperkuat agar lama tinggal dan nilai belanja wisman terus meningkat, sejalan dengan terjaganya kelestarian destinasi wisata kita," kata Putra.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
