
BMKG sebut gempa di Talaud akibat subduksi lempeng Laut Maluku

Manado (ANTARA) - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan gempa dengan magnitudo 5,5 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault)," kata Wijayanto dalam laporan yang dibagikan BMKG di Manado, Selasa.
Hingga pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Naha.
Selanjutnya, II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Tobelo.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Selanjutnya, memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Pada Selasa pukul 14.16.29 WIB wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik, dan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 5,5 pada kedalaman 40 kilometer.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.21° LU; 127.47° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 kilometer arah barat laut Pulau Doi dan tidak berpotensi tsunami.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
