
TVRI Sulut serap aspirasi para pihak guna perkuat pelayanan publik

Manado (ANTARA) - Stasiun TVRI Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait penyerapan aspirasi dari para pihak guna memperkuat pelayanan publik lembaga penyiaran itu.
"TVRI siap mengakomodir semua aspirasi dari pemangku kepentingan terkait perbaikan pada program penyiaran yang menyentuh langsung masyarakat," kata Kepala Stasiun TVRI Sulut Stella Purukan di Manado, Jumat.
Menurutnya, TVRI masih membutuhkan saran dan masukan dari forum konsultasi yang akan disampaikan ke pimpinan TVRI pusat dan diteruskan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), guna mengevaluasi dan memperbaiki layanan penyiaran menjadi lebih baik dan berkembang.
Apalagi era transformasi digital, kata dia, menjadi tantangan bagi TVRI dalam memberikan ruang informasi yang terpercaya dan bermutu kepada masyarakat.
"Saat ini era disrupsi media menggeser perilaku layanan informasi ke sejumlah platform digital adalah tantangan yang tidak mudah bagi TVRI," ucapnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut Syalom Korompis menyebut peningkatan pelayanan publik masih menjadi program andalan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay.
"Media seperti TVRI banyak memberikan dorongan dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik secara merata dan optimal," ujar Syalom.
Sementara pembicara lainnya Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sulut Hence Paat menyoroti tantangan TVRI pada era transformasi digital dalam menyebarkan siaran secara merata hingga ke wilayah terluar, tertinggal dan terdepan (3T).
"TVRI masih sangat dibutuhkan dalam menyebarkan konten siaran yang sehat dan terpercaya, karena menyajikan informasi benar dan edukatif bagi masyarakat luas hingga 3T," katanya.
Hanya saja tantangan TVRI, lanjut Hence, harus optimal memperbaiki infrastruktur penyiaran secara merata di semua wilayah. Kemudian memperkuat penyebaran informasi yang sehat dan benar serta menanggulangi informasi-informasi hoaks (bohong) yang semakin marak.
Ia menambahkan TVRI harus terus meningkatkan kualitas sumber daya guna menghadapi gempuran media sosial dan kecerdasan buatan (AI) dengan menyajikan informasi yang inklusif dan modern. Karena kelompok generasi Z saat ini terlalu banyak menerima informasi dari platform digital yang kualitas berita masih banyak diragukan.
Akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Ivan Kaunang menyebut program-program budaya dan kearifan lokal harus banyak diangkat oleh TVRI untuk memperkuat jati diri bangsa pada era digital saat ini.
"Berikan ruang khusus untuk program budaya, minimal satu jam mengupas tuntas budaya bersama banyak narasumber," ujarnya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
